Posted on Sabtu, 14 Jan 2017 08:40 WIB
Jakarta, (ICMI Media) - Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI yang juga Menteri AgamaLukman Hakim Saifuddin mengajak seluruh masyarakat di Indonesia untuk menghormati perbedaan yang ada di Tanah Air.
Hal ini disampaikan Lukman saat bertemu dengan tokoh ulama saat berkunjung ke Bondowoso, Jumat (13/1). Di hadapan para ulama, Menag mengajak semua pihak untuk menyikapi perbedaan secara bijak.
"Perbedaan paham keagamaan tidak hanya terjadi antar satu agama dengan agama yang lain, tetapi juga terjadi pada internal suatu agama. Karenanya, sikap saling menghargai perbedaan menjadi penting dan niscaya," Kat Lukman.
"Pendapatku lah yang paling benar menurutku, tapi bukan berarti aku merasa yang paling benar. Karena, boleh jadi pendapat orang lain yang berbeda denganku juga mengandung kebenaran," imbuh Lukmam mengutip ungkapan Imam Syafii.
Lebih lanjut, Lukman menegaskan, keragaman merupakan sunatullah. Dalam suatu agama pun banyak terjadi keragaman pemahaman. Hal ini tidak hanya terjadi pada agama Islam tetapi juga terjadi pada agama lain.
Dikutip dari laman Suarajatimpost.com, perbedan pemahaman sekaligus menunjukan bahwa manusia memiliki banyak keterbatasan. Dengan segala keterbatasannya, manusia tidak mungkin dapat menangkap secara paripurna kehendak Tuhan.
"Itulah mengapa para ahli tafsir, dengan penuh kerendahhatian di akhir kitabnya selalu mengatakan wa'allahu alam bis-shawab sebagai bentuk ketawadu'an mereka," terangnya.
"Yang dituntut dari kita adalah bagaimana bisa arif dan bijak untuk menyikapi keragaman itu. Tujuannya agar dari keragaman muncul rahmat dan keberkahan, sehingga perbedaan dan keragaman dapat saling melengkapi satu sama lain," pungkasnya.*** (T/CH)