Home / Media / Siaran Pers / Lukman Hakim Perlu Kebersamaan Selesaikan Konflik Di Sampang

Lukman Hakim: Perlu Kebersamaan Selesaikan Konflik di Sampang


Posted on Sabtu, 18 Mar 2017 17:06 WIB


Lukman Hakim: Perlu Kebersamaan Selesaikan Konflik di Sampang

Jakarta, (ICMI Media) - Wakil Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang juga Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menilai perlu kebersamaan dalam menyelesaikan konflik Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur, yang hingga kini tak kunjung selesai. Menag menjelaskan, bahwa keragaman paham-paham keagamaan sebenarnya sudah berkembang di Indonesia sejak lama.

"Jadi keragaman paham itu sejak dulu memang ada. Jangan lalu kita sikapi dengan saling menyalahkan dan menganggap dirinya paling benar," tutur Menag di sela prosesi wisuda kelulusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (18/3).

Untuk itu, Menag mengatakan, diperlukan kearifan untuk menyikapinya.

Penganut Islam Syiah asal Sampang hingga kini terhitung sudah empat tahun mengungsi di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo, sejak pemukimannya di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan Bluuran, Kecamatan Penang, Kabupaten Sampang, dibakar massa, yang masih tetangganya sendiri pada bulan Agustus 2012.

Dikutip dari laman Beritasatu.com, Menag pernah mengunjungi tempat pengungsian yang dihuni 81 kepala keluarga dan 335 jiwa di Rusunawa Jemundo. Saat itu Menag berjanji membuat roadmap penyelesaian konflik. Namun nyatanya hingga kini para pengungsi belum bisa kembali pulang ke kampung halaman.

Menag memastikan upaya penyelesaian konflik dengan warga desa setempat di Sampang hingga kini masih terus diupayakan.

"Ini kan penyelesaiannya lebih ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang. Jadi itu juga tergantung pemerintah daerah sendiri dalam menyelesaikan persoalannya," ujar dia.

Menag menyarankan, harus ada kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan ini. *** (T/CH)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler