Posted on Senin, 6 Jul 2015 07:54 WIB
akan lebih bijak kalau mereka-mereka itu tidak dijauhi
“Menurut hemat saya, akan lebih bijak kalau mereka-mereka itu tidak dijauhi, tapi justru kita rangkul, kita ayomi, lalu bangun dialog bersama untuk bagaimana kita mencari nilai-nilai kebajikan dari pemahaman-pemahaman kita yang boleh jadi belum sama,” kata Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan sambutan pada kesempatan buka puasa bersama dengan pimpinan ormas Islam, Jakarta, seperti dilaporkan Kantor Berita Mi'raj Islamic News Agency (MINA) pada Ahad, (5/7).
Sebelumnya, Lukman menegaskan bahwa perkawinan sesama jenis, sulit dilakukan di Indonesia. Pihaknya menilai, (pernikahan sejenis) merupakan sesuatu yang sangat sulit terjadi di negara seperti Indonesia, karena Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius. Masyarakat memandang, pernikahan tidak sebatas peristiwa hukum.
Tuntutan tersebut, Lanjut Lukman, belakangan muncul seiring dengan adanya pengakuan perkawinan sejenis di beberapa negara Eropa. Bahkan, yang terbaru adalah di Amerika Serikat di mana Mahkamah Agung-nya melegalkan praktik itu di semua negara bagian. Atas nama HAM, perkawinan sesama jenis di beberapa negara Eropa dan Amerika menjadi sesuatu yang legal dan diakui negara.
Jadi, menurut Lukman, fenomena tersebut, tidak hanya menjadi tantangan, tapi juga sekaligus tugas dan tanggung jawab bersama, karena pada dasarnya mereka yang menghendaki perkawinan sejenis dan LGBT adalah umat manusia juga.
Dikatakan, lebih dari itu, pernikahan merupakan sebuah peristiwa sakral dan bahkan bagian dari ibadah. Karenanya, nilai-nilai agama tidak bisa dipisahkan.
“Sangat sulit untuk bisa menerima atau melegalkan pernikahan sesama jenis,” kata Lukman. ***Awan/R1
sumber: Mi'raj Islamic News Agency (MINA)