Mengenal Tanda Husnul Khatimah Seseorang
Posted on Senin, 26 Okt 2015 02:15 WIB
Oleh : Imam Santoso, Redaktur ICMI Media
Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu. "QS. Al-Jatsiyah : 21
Kematian adalah hal wajar yang harus dihadapi mereka yang hidup, tidak ada satupun yang dapat menghindarinya. Demikianlah Allah mengatur bahwa kehidupan mahluk adalah fana, hanya Dia saja yang abadi.
Karena itu, kematian bukanlah sesuatu yang harus menghantui kita. Maut akan datang kepada siapa saja, orang mukmin, fasik, munafik maupun kafir. Namun nilai kematian seorang mukmin akan berbeda dengan mahluk lainnya, sebab baginya itulah gerbang pertamanya menuju kebahagiaan akhirat.
Memang tak akan ada yang tahu kecuali Allah, di mana kehidupannya akan berakhir dan sebagai apa ia dimatikan. Kita hanya dituntut berusaha dan berdoa agar diberikan husnul khatimah (akhir kehidupan yang baik) pada saat ajal datang menjemput.
Setidaknya, ada beberapa tanda apakah seseorang itu baik atau buruk akhirnya. Tanda-tanda ini tidak terkait dengan cara bagaimana ia mati, apakah kecelakaan atau di atas kasur.
Anas r.a menuturkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda,“Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, Dia akan memperlakukannya dengan baik.” Sahabat bertanya : “Bagaimana Dia memperlakukannya?” Beliau menjawab : “Dia menuntunnya untuk beramal shalih menjelang kematiannya”. (HR. Turmudzi dan Al-Hakim)
Sementara Aisyah r.a dalam hadits marfu’ menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Dia akan mengirimkan sejumlah utusan malaikat kepadanya sebelum kematiannya, yang akan membimbingnya hingga ajal datang kepadanya hingga ia wafat dalam keadaan yang sebaik-baiknya. Lalu manusia akan berkata, “Si Fulan meninggal dalam keadaan yang paling baik.” Jika kematian datang kepadanya dan dia mengetahui apa yang dijanjikan Allah baginya, dia akan terdorong agar ruhnya segera keluar dari dirinya. Pada saat itu, dia lebih suka bertemu Allah dan Allah juga senang bertemu dengannya. Sebaliknya, jika Allah menghendaki keburukan pada seseorang, Dia akan menetapkan baginya satu tahun sebelum kematiannya sesosok setan, yang akan menyesatkan dan menggelincirkannya, sehingga dia meninggal dalam keadaan paling buruk. Manusia lalu berkata: “Si Fulan meninggal dalam keadaan paling buruk.” Jika kematian datang kepadanya, dan dia tahu janji Allah kepada dirinya (atas amal buruknya), dia akan berusaha mengembalikan nyawanya dan tak ingin nyawanya lepas dari tubuhnya. Saat itu, ia sangat tidak suka bertemu dengan Allah dan Allah juga sangat tidak suka bertemu dengannya. (HR. Ibnu Abi ad-Dunya)
Imam Jalaluddin As-Suyuti menulis, bahwa ada empat faktor yang mengakibatkan su’ul khotimah (akhir kehidupan yang buruk): Melalaikan shalat, minum khamr, durhaka kepada orang tua dan menyakiti kaum muslimin.
Semoga Allah menjadikan kita golongan yang dikehendaki-Nya diberi husnul khotimah saat ajal datang dan menghindarkan kita dari su’ul khotimah.
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. (QS. Ali Imran:193)
Oleh : Imam Santoso, Redaktur ICMI Media
Tags :