Posted on Selasa, 26 Mei 2015 02:26 WIB
Bantuan tersebut diberikan kepada beberapa kabupaten yang menangani pengungsi di provinsi Aceh.
Jakarta, (ICMI Media) - Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan total senilai Rp 2,3 miliar kepada pengungsi Rohingya yang berada di Aceh. Bantuan tersebut diberikan kepada beberapa kabupaten yang menangani pengungsi di provinsi Aceh.
Untuk Kabupaten Aceh Timur, Mensos memberikan bantuan senilai Rp 611.686.830, Aceh Tamiang senilai Rp 171. 453.440, Kota Langsa senilai Rp 609.252.380 dan Aceh Utara sebesar Rp 931.351.000.
Selain memberikan bantuan, Khofifah Indar Parawansa juga mengunjungi pengungsi Rohingya di posko pengungsian Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (24/5/2015).
Kedatangan Khofifah bertujuan melakukan pemantauan langsung dan memberikan sejumlah bantuan terhadap pengungsi asal dua negara tersebut.
Ia mengucapkan terima kasih kepada warga Aceh yang telah menunjukkan solidaritas kemanusiaan terhadap pengungsi rohingya.
"Pemerintah berterima kasih atas tingginya solidaritas masyarakat Aceh terhadap para pengungsi," ujarnya.
Menurut khofifah, tingginya solidaritas masyarakat Aceh terhadap para pengungsi akan menjadi investasi masyarakat Indonesia umumnya di mata dunia Internasional.
Ia juga mengaku, pemerintah akan melakukan penanganan yang berbeda terhadap dua kelompok pengungsi asal Myanmar dan Bangladesh.
"Di sini ada dua kategori pengungsi. Yang Bangladesh kategorinya adalah economic migran. Maka treathmennya adalah repatriasi. Yang Rohingya adalah pencari suaka, maka treathmennya adalah resettlement. Beda penanganan karena alasan pengusian mereka berbeda," ujarnya.
Sementara itu, untuk imigran asal Bangladesh sudah terkomunikasikan dengan Cheaf Of Mission IOM.
Menurut Khofifah, IOM telah menyiapkan penanganan khusus terhadap imigran dari Bangladesh. IOM juga akan meyiapkan akomodasi untuk pemulangan imigran asal Bangladesh, lanjutnya.
"IOM akan menyiapkan budget untuk pemulangan pengungsi dari lokasi pengungsian menuju Medan. Dan pemulangan dari Medan ke negaranya lagi," ujarnya.
Warga Bangsladesh, kata Khofifah akan segera dipulangkan setelah seluruh dokumen kelengkapan perjalanan telah disiapkan
"Kalau sudah siap dokumennya, IOM akan segera menyiapkan tiket kepulangan biasanya tiga sampai 10 hari sudah bisa dipulangkan, tergantung kecepatan kelengkapan dokumen para pengungsi," ujarnya.
Untuk memudahkan proses administrasi pengungsi Bangladeh, kata Khofifah, Menteri Hukum dan HAM akan turun langsung mengawal proses tersebut. (Awan)
sumber: Medanbagus.com