Posted on Kamis, 4 Jun 2015 08:53 WIB
Langkah itu perlu dilakukan sebagai upaya memberi hak-hak warga negara Muslim disana
Jakarta, (ICMI Media) - Presidium Medical Emergency Rescue-Committee (MER-C), dr. Joserizal Jurnalis meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan langkah diplomasi dengan pemerintah Myanmar guna menyelesaikan konflik yang terjadi terhadap Muslim Rohingya, Myanmar.
“Kami mengusulkan kepada pemerintah Indonesia untuk segera melakukan langkah diplomasi dengan pemerintah Myanmar untuk memberikan kewarganegaraan dan hak-haknya bagi Muslim di Myanmar, khususnya Rohingya,” kata Joserizal dalam konferensi pers di lt. 3 Gedung MER-C, Jakarta, Rabu malam (3/6) dilaporkan Oleh Kantor Berita MINA.
Menurut Joserizal yang juga Anggota Dewan Pakar ICMI Bidang Kesejahteraan dan Kesehatan, hal itu akan menjadi solusi untuk menyelesaikan konflik disana. “Langkah itu perlu dilakukan sebagai upaya memberi hak-hak warga negara Muslim disana, sebagaimana masyarakat Budha di Indonesia yang memiliki identitas kewarganegaraan di sini,” tegasnya.
Sebelum hal itu terwujud, katanya, pemerintah Myanmar harus mempermudah izin dan jaminan keamanan bagi lembaga-lembaga kemanusiaan yang ingin membantu pengungsi disana.
Pada kesempatan yang sama, Joserizal juga meminta pemerintah Indonesia untuk memberikan tempat yang layak kepada pengungsi Rohingya. “Pemerintah Indonesia juga harus menampung pengungsi Rohingya di Aceh, sebelum memulangkan mereka ke Myanmar,” katanya.
Relawan yang pernah melakukan misi kemanusiaan di berbagai negara konflik itu berpendapat jika warga Rohingya di Aceh tidak kembali ke negaranya, hal itu justru yang diinginkan oleh pemerintah Myanmar untuk mengurangi populasi Muslim di sana. ***Imam
Sumber : Mi’raj Islamic News Agency (MINA)