Home / Media / Siaran Pers / Miras Cukrik Kembali Tewaskan Warga Surabaya

Miras Cukrik Kembali Tewaskan Warga Surabaya


Posted on Kamis, 17 Sep 2015 02:30 WIB


Miras Cukrik Kembali Tewaskan Warga Surabaya

Dari 10 orang yang berpesta miras cukrik, empat di antaranya menemui ajalnya

Jakarta, (ICMI Media) - Meski telah merenggut puluhan jiwa yang tewas akibat mengkonsumsi minuman keras (miras) jenis cukrik, nyatanya sekitar 10 orang warga Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya yang gemar mabuk-mabukan tidak juga kapok.

Dari 10 orang yang berpesta miras cukrik, empat di antaranya menemui ajalnya. Sementara enam orang lainnya dalam perawatan medis.

Seperti dijelaskan Kanit Reskrim Polsek Semampir AKP Junaedi kepada wartawan, Rabu (16/9), korban tewas bernama dan M. Ramadhani (40), warga Wonokusumo Kidul, Tamim (26), warga Kalianak; Tinggal (35), warga Wonokusumo dan Wawan (35), warga Wonosari.

Aparat kepolisian mengaku merasa kecolongan, karena keluarga korban tidak ada satupun yang melapor. Polisi baru mengetahui kasus itu saat korban keempat menemui ajalnya.

“Kita mendapatkan informasi, ada sekitar 10 orang warga yang pada, Sabtu (12/9) malam menggelar pesta miras jenis cukrik di sebuah warung kopi di Jalan Wonokusumo, Surabaya. Mereka mabuk-mabukan hingga, Senin (14/9) pagi,” ujar AKP Junaedi.

Hari pertama itu, Wawan harus pulang dengan dibopong dan dilarikan ke RS Karangtembok, karena kondisi kesehatannya memburuk. Dari RS Karangtembok, Wawan terpaksa dirujuk ke RS dr Soewandhi agar mendapatkan perawatan medis dengan peralatan lebih lengkap. Namun Wawan meninggal. Disusul kemudian korban Tamim, yang tewas pada Selasa (15/9) malam.

“Korban ketiga bernama Tinggal diketahui tewas pada Rabu pagi lalu pada siang menjelang sore harinya disusul Ramadhani tewas. Korban pertama hingga ketiga sudah dimakamkan oleh keluarganya. Sementara korban keempat dilakukan autopsi untuk menemukan penyebab kematian mereka secara medis,” tandas AKP Junaedi.

Dari keterangan beberapa saski menyebutkan, warga suka mengkonsumsi miras cukrik yang umumnya dibuat secara tradisional karena harganya relatif murah dibanding miras pabrikan.

Ia berjanji akan mendalami kasus tersebut dan memeriksa pemilik warung yang menjual cukrik secara diam-diam. “Kami dalami kasus ini,” ujar AKP Junaedi.

Dalam catatan Polda Jatim, miras jenis cukrik selama ini telah membawa banyak korban tewas. Pada September 2013, di Surabaya, 14 orang tewas, Januari 2014 di Mojokerto17 orang tewas, Januari 2015 dua tewas akibat cukrik di Surabaya.

“Sekarang disusul lagi empat orang tewas,” tandas AKP Junaedi.  ***BS/Ilmawan/R1


Tags :





Detail side

Media Terpopuler