Posted on Kamis, 20 Ags 2015 02:18 WIB
Mari kita bekerja sama untuk dunia yang lebih baik bagi anak-anak kita, dan anak dari anak-anak kita
Jakarta, (ICMI Media) - Tokoh Organisasi Islam dari Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin, menyambut sebuah deklarasi yang mengajak umat Islam untuk ikut mengatasi pemanasan global atau Global Warming.
“Mari kita bekerja sama untuk dunia yang lebih baik bagi anak-anak kita, dan anak dari anak-anak kita,” katanya saat mengikuti deklarasi yang berlangsung di Istanbul, Turki seperti dilaporkan Kantor Berita Mi'raj Islaamic News Agency pada Kamis (20/8).
Pertemuan di Istanbul yang diikuti sebanyak 60 ilmuwan Muslim dari 20 negara hari Selasa itu, menyetujui deklarasi 8-halaman dalam pembicaraan di Istanbul, termasuk di dalamnya hadir mufti besar dari Uganda dan Lebanon. Mereka mendesak agar 1,6 miliar Muslim dunia untuk berbuat lebih banyak dalam memerangi pemanasan global.
“Polusi berlebihan dari bahan bakar mengancam untuk menghancurkan anugerah yang diberikan kepada kita oleh Allah, seperti iklim yang bermamfaat, udara yang sehat untuk bernapas, musim reguler, dan lautan,” tulis mereka.
Mereka mengatakan, kelambanan dalam mengekang emisi gas rumah kaca buatan manusia, dari pabrik-pabrik, pembangkit listrik dan mobil, berarti akan ada “konsekuensi yang mengerikan bagi planet bumi”.
Deklarasi menyerukan pemerintah negara kaya dan negara-negara penghasil minyak yang mencakup beberapa negara OPEC, untuk mempelopori keluar dari emisi gas rumah kaca mereka sedini mungkin dan selambat-lambatnya pertengahan abad ini.
Christiana Figueres, Kepala Sekretariat Perubahan Iklim PBB, mengatakan, agama adalah panduan untuk bertindak.
“Ajaran Islam yang menekankan kewajiban manusia sebagai penjaga bumi dan guru sebagai panutan, ditunjuk untuk memperbaiki perilaku, memberikan bimbingan untuk mengambil tindakan yang tepat terhadap perubahan iklim,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Kardinal Peter Turkson, kolaborator kunci dalam ensiklik kepausan, memuji deklarasi dan berjanji akan bekerjasama lebih erat dengan umat Muslim “untuk merawat rumah kita bersama dan untuk memuliakan Tuhan yang menciptakan kita”.
Sebelumnya pada Juni, pemimpin Katolik dunia Paus Francis mendesak para pemimpin dunia untuk mendengar “teriakan bumi dan jeritan orang miskin” kepada 1,2 miliar umat Katolik di dunia.***Ilmawan/R1
Sumber: MINA (Mi’raj Islamic News Agency).