Posted on Rabu, 13 Mei 2015 06:43 WIB
Jadi peringatan Isra Mi'raj harus menghindari suasana yang bernuansa provokatif yang dapat mengganggu kerukunan antaumat beragama
Kupang, (ICMI Media) - Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Timur, Mandarlangi Puaupa, menghimbau umat muslim daerah itu, untuk menjadikan peringatan Isra Miraj sebagai sarana menunjukan Islam yang damai dan menghormati sesama.
"Jadi peringatan Isra Mi'raj harus menghindari suasana yang bernuansa provokatif yang dapat mengganggu kerukunan antaumat beragama," Puapua sebagaimana dilaporkan oleh Antaranews.com pada Rabu (13/5) di Kupang, NTT.
Umat muslim, kata dia, di Kupang, Rabu, harus memanfaatkan momentum perayaan Isra Miraj dan Isa Almasih ini untuk mempertegas jatidiri sebagai Islam yang mencintai kedamaian dan menolak segala tindakan yang bisa menjurus pada nuasa kekerasan.
Dia mengemukakan hal itu terkait bagaimana peringatan agar Isra Miraj dijadikan sebagai momentum untuk mempertegas tentang Islam yang rahmatan lil alamin.
"Tahun ini memang ada rencana pawai akbar oleh sebuah ormas, dan MUI NTT tegas menolak itu. Seluruh elemen muslim yang bernaung di bawah MUI ingin agar momentum Isra Miraj harus membawa perdamaian," katanya.
Dalam hubungan dengan itu, MUI meminta seluruh umat muslim di daerah itu agar memanfaatkan momentum ini untuk membangun persaudaraan, membina hubungan antarumat beragama yang sudah terbina selama ini.
"Tidak boleh ada kegiatan-kegiatan apapun yang bisa menimbulkan gesekan di masyarakat dan menodai kebersamaan," kata Puaupa.
MUI NTT juga meminta aparat keamanan untuk membubarkan setiap kegiatan yang bisa menggangu kenyamanan umat beragama lain.
"Artinya, semua kegiatan perayaan Isra Miraj harus memberi warna bahwa Islam identik dengan kedamaian," katanya. (Imam)
Sumber : Antara