Posted on Senin, 7 Sep 2015 02:27 WIB
menjaga NKRI dari kelompok ekstrimis, liberalis, radikalis dan separatis
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan, Umat Islam khususnya PBNU harus bisa ikut menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari 4 macam gangguan dan ancaman.
“Ummat Islam hendaknya tidak menjadi beban negara, tetapi menjadi aset bangsa yang bemanfaat sekaligus bertanggungjawab menjaga negara dari paham dan aliran menyimpang. karena itu, PBNU masa khidmat 2015-2020 harus menjaga NKRI dari kelompok ekstrimis, liberalis, radikalis dan separatis, baik dari golongan kiri dan kanan maupun dari kelompok agama dan non-agama, ” demikian dikatakan KH Ma'ruf Amin yang juga Rois A’am Syuriah PBNU, saat melantik dan mengukuhkan PBNU masa khidmat 2015-2020 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (5/9) siang.
Kyai Ma’ruf mengutip hadits nabi Muhammad saw, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”. Kiai Ma’ruf pun menginstruksikan PBNU masa khidmat 2015-2020 harus bekerja lebih keras lagi dari periode sebelumnya, kata kyai Ma’ruf
Seperti disebut dalam keterangan pers Dewan Masjid Indonesia, dalam acara yang bertema “Dengan Doa dan Sholawat Kita Perkokoh Ukhuwah Wathoniyah, Menuju Indonesia Makmur dan Sejahtera” juga dirangkai dengan sholawat dan istighotsah untuk keselamatan bangsa.
Pasalnya, kalau kinerjanya sama saja berarti NU mengalami kerugian, seperti disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.
“Hendaknya masyarakat, khususnya ummat Islam, dapat bersatu-padu, saling mengasihi dan menyayangi antar sesama. Pengurus PBNU masa khidmat 2015-2020 juga harus bekerja memajukan organisasi dengan penuh keikhlasan sekaligus menjaga kesatuan dan persatuan bangsa,” tuturnya.
Hadir pula Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Zulkifli Hasan, Rais A’am Syuriah PBNU, KH. Ma’ruf Amin, Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, KH. Said Aqil Siradj, dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), H. Imam Nahrawi. *** Mrj/Imam/R1