Posted on Selasa, 12 Mei 2015 08:12 WIB
Adapun agenda utama lainnya adalah akan dilangsungkannya perubahan sistem kepemimpinan di ICMI
Jakarta, (ICMI Media) - Muktamar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) akan dilaksanakan pada tanggal 15-18 Desember 2015 di Propinsi Nusa Tenggara Barat dengan agenda utama menjadikan musyawarah dan mufakat sebagai kultur ICMI dalam pengambilan keputusan.
“Kita lebih mengutamakan musyawarah mufakat, karena jika dengan voting dikhawatirkan terjadinya money politic.” kata Sekretaris Jenderal ICMI, Muhammad Taufik kepada ICMI Media pada Senin (11/5) di Jakarta.
Karena itu, Taufik mengatakan bahwa sistem voting tidak lagi digunakan di ICMI. Adapun agenda utama lainnya adalah akan dilangsungkannya perubahan sistem kepemimpinan di ICMI.
Sistem yang selama ini berlangung, yaitu 5 orang Presidium yang tiap tahun berganti dianggap tidak efektif.
"Kita lihat, hasilnya tidak bisa menggerakan ICMI bergerak secara maksimal," kata Taufik. Karena itu, sistem yang baru ini diharapkan akan memberikan ruang gerak leluasa bagi pimpinan ICMI dalam mengawal peradaban Islam dan Indonesia.
Sistem baru yang dimaksudkan, menurut Taufik adalah nantinya hanya ada satu Ketua Permanen selama 5 tahun yang didampingi 7 wakil ketua yang terdiri atas berbagai unsur ulama, cendekiawan, teknokrat, politisi dan lainnya.
"Nama-nama calon ketua adalah atas usulan dari Orwil-Orwil ICMI di daerah, yang dianggap mampu memimpin ICMI bergerak dinamis," kata Taufik. Sistem ini akan segera disosialisasikan Majelis ICMI Pusat ke daerah-daerah dalam waktu dekat.
Tantangan setelah 25 tahun ICMI
Taufik mengatakan, tak dapat dipungkiri bahwa dari setiap waktu ke waktu banyak perubahan disekitar kita. Begitu pula dengan yang terjadi di ICMI, Tantangan ICMI masa lalu dengan masa kini tentu saja berbeda.
“ICMI sudah berproses selama 25 tahun, dari tahun 1990-2015. Tantangan ICMI 25 tahun kedepan tentu berbeda dengan 25 tahun yang telah lewat," ujar Taufik.
Meski begitu, menurut Taufik tujuan ICMI tidak terlepas dari 5 K, yaitu kualitas iman dan takwa, kualitas fikir, kualitas karya, kualitas kerja, dan kualitas hidup. Kita ingin mencari format perjuangan ICMI kedepan.” Terangnya. (Awan)
Sumber: ICMI Media