Posted on Kamis, 18 Jun 2015 02:06 WIB
tak lama setelah tarawih selesai, tiba waktu imsak dan shalat subuh
Muslim Eslandia berpuasa paling panjang, yaitu 22 jam, karena Ramadan tahun ini bertepatan dengan musim panas.
Setiap tahun, musim panas terjadi dari akhir Mei hingga akhir Juli. Matahari terbit pukul 2.30 dini hari dan terbenam pada 00.00 tengah malam. Akibatnya, hanya ada waktu dua jam bagi Muslim Eslandia untuk makan, shalat magrib, isya, dan subuh.
Keuntungan berpuasa di Islandia adalah cuaca tidak panas meskipun mengalami musim panas. Suhu udara pada siang hari sekitar 16 derajat celcius. Ini yang membuat para Muslim tetap berpuasa.
Selama Ramadan Muslim imigran asal Afrika Utara dan Timur Tengah selalu berkumpul di masjid berbuka puasa dan sholat magrib. Setelah itu dilanjutkan dengan sholat isya dan tarawih.
Mereka tidak punya waktu untuk kembali ke rumah karena tak lama setelah tarawih selesai, tiba waktu imsak dan shalat subuh. Itu sebabnya mereka akan lebih memilih berkumpul di mesjid dan baru kembali setelah shalat subuh.***Awan/R1
sumber: Eramuslim