Posted on Rabu, 17 Jun 2015 07:11 WIB
Cina meningkatkan larangan dan pengawasan saat Ramadhan
Muslim Uighur Khawatirkan Intimidasi Selama Ramadhan
Jakarta, (ICMI Media) - Kalangan Muslim Uighur di kawasan barat laut Xinjiang mengaku merasa khawatir akan mengalami intimidasi oleh Pemerintah China pada bulan ramadhan ini. Larangan berpuasa itu lebih ditekanan pada anggota partai Islam, PNS, pelajar dan guru selama bulan suci Ramadhan.
"Cina meningkatkan larangan dan pengawasan saat Ramadhan. Iman Muslim Uighur telah sangat dipolitisasi, dan peningkatan kontrol bisa menyebabkan resistensi yang tajam," kata juru bicara kelompok Uighur di pengasingan, Kongres Uighur Dunia, Dilxat Raxit, seperti dilaporkan Republika pada Rabu (17/6).
Menurut situs pemerintah, restoran halal di Jinghe County dekat perbatasan Kazakhstan diwajibkan oleh pejabat keamanan pangan untuk tetap buka seperti biasa selama di bulan Ramadhan.
Dalam situs itu disebutkan bahwa restoran halal yang buka di bulan Ramadhan justru akan dihargai oleh pengawas keamanan pangan.
Setiap bulan Ramadhan, pemerintah Cina telah berulang kali melakukan pembatasan terhadap Muslim Uighur di wilayah barat laut Xinjiang.
Muslim Uighur adalah komunitas minoritas Cina yang berbahasa Turki di wilayah Xinjiang barat laut. Meski bersifat otonom dengan 8 juta jiwa, Muslim Uighur kerap menerima tindak kekerasan dari pemerintah.***Imam/R1
Sumber : Republika