Home / Media / Siaran Pers / Non Muslim Diminta Pahami Larangan Visualisasi Rasulullah

Non Muslim Diminta Pahami Larangan Visualisasi Rasulullah


Posted on Selasa, 5 Mei 2015 23:51 WIB


Non Muslim Diminta Pahami Larangan Visualisasi Rasulullah

kami meminta non-Muslim untuk memahami Nabi Muhammad tidak boleh divisualisasikan dengan apapun seperti lewat kontes kartun

Jakarta, (ICMI Media) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta agar kalangan non muslim memahami setiap larangan memvisualisasikan fisik Rasulullah dalam Islam adalah wujud penghormatan dari umat Islam kepada Rasulullah. Demikian dikatakan Menag saat menyoroti kontes kartun Nabi Muhammad SAW di Texas, Amerika Serikat, yang belakangan dihentikan setelah ada aksi kekerasan dari penyusup bersenjata.

"Maka dari itu, kami meminta non-Muslim untuk memahami Nabi Muhammad tidak boleh divisualisasikan dengan apapun seperti lewat kontes kartun," kata Lukman di Jakarta, Selasa (5/5).

Menag mengatakan, Nabi Muhammad merupakan seorang yang maksum bagi umat Muslim, yaitu pribadi yang terpelihara atau terbebas dari dosa dan kesalahan. Dengan alasan tersebut, kata Lukman, Nabi Muhammad tidak akan mungkin digambarkan dengan apapun.

"Umat Islam memiliki keyakinan untuk tidak memvisualisasikan sosok rasul karena khawatir sebaik apapun gambar terhadap rasul itu tentu tidak bisa secara penuh menggambarkan sosok beliau yang maksum, terjaga dan sangat menjadi dambaan umat Islam," kata dia. 

Maka dari itu, lanjut Lukman, Rasulullah SAW tidak boleh divisualisasikan dengan alasan menghormati nabi. Maka, Lukman meminta umat non-Muslim agar memahami sekaligus menghormati keyakinan umat Islam. Pelaksanaan kontes visualisasi kartun rasul di mata umat Islam menurut dia sangat tidak tepat.

"Memang kita punya hak mengekspresikan diri. Tapi tidak ada kebebasan tanpa batas. Kebebasan itu dibatasi dengan kewajiban kita menghormati orang lain," kata dia.

Masyarakat AS tak terpengaruh

Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnaen, menyatakan jika umat Islam di Amerika tidak akan terpengaruh dengan munculnya lomba kartun Nabi.  “Mereka tidak akan dapat pasaran di sana. Orang-orang Amerika sama sekali tidak bakal terpengaruh dengan provokasi seperti itu,” tuturnya kepada ROL, Selasa (5/5). 

Tengku Zulkarnaen mengisahkan jika dirinya baru saja pulang dari perjalanan dakwah selama dua bulan di Amerika dan Kanada.  “Saya tidak melihat adanya kebencian warga Amerika terhadap Islam di sana. Di mana-mana saya disambut dengan dengan senyuman ramah. Di kereta api, di pesawat terbang, di airport, di masjid, di tempat wisata, di restoran, dan lain-lain. Pokoknya, di mana-mana,” ungkapnya. 

Padahal, ia mengaku 24 jam berpakaian jubah sorban putih, pakaian yang identik dengan umat Islam dari Timur Tengah.  “Jadi, saya kira mereka hanya menghabiskan waktu, tenaga, dan uang saja. Provokasi mereka tidak akan laku di Amerika. Saya yakin itu,” tegasnya.

Dalam kesempatan lain, Imam Syamsi Ali juga menuturkan jika aksi kelompok anti-Islam sering kali justru membawa hidayah bagi non Muslim di Amerika.  “Beberapa waktu yang lalu, Pamela Geller juga pernah menempelkan poster-poster anti-Islam di bus kota di kota New York. Minimal 2-3 orang masuk Islam di depan saya karena peristiwa itu,” kata dia

sumber: Republika.co.id


Tags :





Detail side

Media Terpopuler