Home / Media / Siaran Pers / Nusantara Jaya Bangkit Dari Desa

NUSANTARA JAYA: BANGKIT DARI DESA


Posted on Jumat, 17 Apr 2015 01:40 WIB


NUSANTARA JAYA: BANGKIT DARI DESA

oleh: Marwah Daud Ibrahim.
Presidium ICMI Pusat

Bismillahirrahmanirrahim.

Indonesia adalah negara besar yang diberkahi oleh Allah SWT.  Indonesia pada abad ini akan memimpin peradaban bukan hanya di Asia tapi dunia. Keyakinan itulah yang menuntun saya berkeliling Nusantara, bertemu, berdialog, berbagi impian dengan rakyat terutama kaum muda dari berbagai latar belakang.

Masa depan adalah apa yang kita impikan, rancang, design, ikhtiarkan dan perjuangkan langkah demi langkah. Dari pada terjebak untuk  menangisi  kondisi masa lalu atau masa kini yang tidak kita inginkan, saya mengajak kita untuk menetapkan apa sesungguhnya yang kita kehendaki. Lalu berbagi kerja untuk mencapainya.

Sukses Bangsa adalah Akumulasi Sukses Individu dan Keluarga di dalamnya. Untuk itu setiap orang dan setiap kekuarga harus didorong untuk menemu kenali potensi dan passion-nya  dan menulis daftar impian serta menyusun peta hidupnya. Lalu difasilitasi untuk mengaktualisasikan potensi  terbaiknya dan menjadi dirinya yang terbaik.

Demikian juga komunitas, warga desa, kecamatan, kabupaten, Provinsi harus  menemukan unggulan dan menyusun impian dan visi bersama. Dan secara nasional  kita susun impian dan visi bersama  sebagai bangsa besar.

Pendekatan  Appreciative Inquiry  yang berfokus pada kekuatan dengan pendekatan 5 D: Define, Discover, Dream, Design, dan Destiny  dan methode  Future Search  menarik dan bisa dipakai sebagai tools.

Singapura memiliki impian bersama untuk menjadi negara yang setara dengan kemakmuran Swiss. Korea Selatan memiliki visi bersama untuk mengalahkan supremasi  Jepang. Thailand ingin jadi  Kitchen of the world  atau dapur dunia. Negara tersebut di atas  dan negara lain yang punya strong leadership dengan  common vision berhasil mencapai sukses yang fenomenal.

ICMI yang tahun ini genap  berusia 25 tahun kita harapkan berperan mengubah kecendrungan masyarakat yang gandrung membicarakan apa salah dan siapa yang keliru di negeri ini sekarang menjadi  masyarakat getol berbagi impian masa depan serta serta gemar berbagi visi bersama  dan mampu bersinergi positif untuk mengubah nasib menjadi jauh lebih baik. Masyarakat yang tahu dan sadar tentang apa yang mereka  inginkan,  BAGAIMANA dan KAPAN mencapainya. Serta aktif mengambil peran untuk  mewujudkannya.

Program Bangkit dari desa harus jadi prioritas dengan Satu desa Satu BMT, satu desa satu industri pengolahan produk unggulan, satu desa   satu Taman Baca, satu Rumah Sehat,  satu Taman Bunga, Taman Buah atau Hutan desa. Satu Desa satu Masjid dengan jamaah sholat subuh sama ramainya dengan sholat Jumat.

Program satu keluarga satu sarjana, satu keluarga  satu pengusaha. Setiap keluarga berpenghasikan  setara dengan nilai  10- 20 gram emas per bulan harus diwujudkan.

Program unggulan  yang sudah digagas oleh ICMI, Badan Otonom  seperti Beasiswa Orbit, Alisa Khadijah, Gerakan Perempuan ICMI, Masika dan Pemuda ICMI, Insan Cendekia, ataupun Mitra ICMI seperti Dompet Dhuafa atau program yang sedang digagas seperti Bank Waqaf dan Bank Sosial, sudah waktunya  di buat membumi dan direplikasi  ke seluruh wilayah dan sampai ke level desa.

Untuk itu ICMI harus menguatkan kelembagaan Orwil di setiap provinsi, Orda di seluruh Kabupaten/Kota, Orsat di seluruh Kecamatan dan Program unggulan di seluruh desa dan kelurahan.

Intinya adalah Penguatan SDM  dengan 5 Kualitas (Kualitas Imtaq, Fikir, Kerja, Karya, Hidup) dan ruh dan semangat KeIslaman, KeIndonesiaan dan Kecedekiawaan.

ICMI kemudian dituntut untuk menjalin kerjasama dengan seluruh komponen bangsa: dengan pemerintah dari pusat sampai desa, dengan dunia usaha, dengan kampus, dengan media dengan organisasi professi, organisasi pemuda, perempuan,  antar  ormas Islam,   dan organisasi cendekiawan Lintas.

Kerjasama bisa terbangun jika kita berhenti  saling mengecilkan dan mulai saling membesarkan serta  dengan memulai menetapkan  impian dan visi bersama.

Agar program ICMI di usia 25 tahun makin membumi, kita harus jalankan Keputusan Silaknas Kendari tentang Hijrah Moral dan Silaknas Gorontalo tentang penguatan desa.

Kita bergerak dari grassroot,  dari Desa, dengan ICMI menyiapkan Kader dan Taruna Desa.  Dari Desa Kita Bangun dan wujudkan Visi Indonesia Emas dan Nusantara Jaya 2045.

Ayo...Bangkit dari desa.

(Marwah, Jkt. 17 April2015).


Tags :





Detail side

Media Terpopuler