Pakar Ilmu Falak: Secara Hisab, Idul Fitri Jatuh 17 Juli 2015
Posted on Rabu, 8 Jul 2015 02:34 WIB
di Makah Al-Mukarramah potensi terlihatnya hilal bahkan bisa dilakukan dengan mata telanjang
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Lajnah Hisab dan Rukyat Mathla'ul Anwar,Menes, Pandeglang, KH. Abu Mukhtar Marsa'i menyatakan bahwa berdasarkan hisab falakiyah thariqat ziju nihayatil ghayah Syeh Alauddin Ibnu Syathir Addimasyqi , menunjukan pada Jum'at, 17 Juli 2015 adalah awal bulan Syawal atau Hari Raya Idul-Fitri 1436 H di seluruh dunia .
"Itu karena ijtima bulan dan matahari terletak di buruj Al-Sarathan 25,50 darjah dan di manzilah Al-Hun'ah 1.50 darjah , pada hari Kamis 16 Juli 2015 M. Pukul 4.30 Waktu Zawaliyah Makah Al-Mukarramah atau pukul 8.30 WIB . Maka rukyatul hilal pada Kamis sore 29 Ramadhan 1436 H," ujar Marsa'i yang juga Ketua Dewan Lajnah Falakiyah Jama'ah Muslimin (Hizbullah) dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (8/7) di Banten.
Menurut Marsa'i, di Makah Al-Mukarramah potensi terlihatnya hilal bahkan bisa dilakukan dengan mata telanjang karena tinggi hilal di Mekkah 6.44 darjah dan lamanya 26.59 menit , dan di Jakarta tinggi hilal 4.44 dan lamanya 18.59 menit , Maqwamul hilal di buruj Al-Sarathan 31.35 darjah dan di manzilah Al-Hun'ah 7.35 darjah .
"Posisi hilal saat itu ada di Hibithatus-Syimaliyah di utara khatulistiwa dan di selatan matahari miring ke selatan wallahu a'lam," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Selasa (7/7/2014) juga mengumumkan hasil Hisab penentuan 1 Syawal 1436 Hijriyah jatuh pada hari Jumat Pahing, 17 Juli 2015 mendatang.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunanhar Ilyas didampingi Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Dr. Syamsul Anwar di kantor PP Muhammadiyah di Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsul Anwar mengatakan bahwa penentuan tersebut didasarkan pada tiga kriteria yang dianggap telah terpenuhi sehingga Muhammadiyah akhirnya memutuskan waktu 1 Syawal pada 17 Juli 2015. Pertama, sudah terjadi ijtimak atau konjungsi antara bulan dan matahari, sementara alasan kedua yakni ijtimak terjadi sebelum terbenam matahari serta alasan ketiga yakni ketika matahari terbenam bulan belum terbenam atau bulan masih berada di atas ufuk.
"Tiga kriteria tersebut telah terpenuhi pada Kamis Legi 16 Juli 2015 pukul 08.26 WIB berarti kriteria pertama telah terpenuhi sementara terbenamnya matahari di Yogyakarta pada Kamis 16 Juli 2015 pukul 17.37 WIB. Bulan sendiri ketika matahari terbenam masih berada di atas ufuk dengan ketinggian 3 derajat yang juga memastikan bahwa hilal sudah terwujud," ungkapnya.
Sementara itu, Yunanhar Ilyas mengatakan bahwa pihaknya meyakini jika hitungan pemerintah dalam Sidang Isbat yang baru akan dilaksanakan jelang tanggal 16 Juli mendatang. "Kami meyakini bahwa hitungan pemerintah melalui ketetapan sidang Isbat nanti juga sama yakni Idul Fitri pada 17 Juli 2015," ungkapnya.
Sidang Isbat Pemerintah 16 Juli
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama akan mengadakan sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal Hari Idul Fitri 1436H/2015 M pada Kamis (16/7) mendatang.
“Terkait dengan penetapan kapan 1 Syawal, pemerintah akan mengadakan sidang isbat dengan mengundang tokoh agama dan ahli astronomi tanggal 16 Juli 2015,” kata Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin yang didampingi Kepala Pinmas Rudi Subiyantoro di kediaman dinasnya, Komplek Widya Chandra, Jakarta, Selasa (7/7) malam.
“Kementerian Agama akan mengumpulkan sejumlah perukyat yang berkompeten dan telah disumpah untuk menyaksikan bulan (hilal) di titik-titik tertentu di Indonesia,” kata Lukman Hakim, demikian laman resmi Kemenag melaporkan. *** Awan/Imam/R1
Sumber: Dari berbagai sumber
Tags :