Posted on Jumat, 21 Jul 2017 15:22 WIB
Jakarta (ICMI Media) – Partai politik (parpol) seharusnya menjadi contoh
menerapkan etika berbangsa dan bernegara sesuai dengan butir Pancasila.
Dengan begitu, parpol haram menjadikan status Pancasilais sebagai ajang
“jualan” politik.
Demikian dikemukakan Ketua Koordinasi Politik Dalam Negeri ICMI Muhammad
Qodari, Jumat (21/7), kepada ICMI Media.
“Status Pancasilais sama sekali tidak bisa dijadikan “jualan politik”. Itu
melanggar butir-butir di dalam Pancasila,” kata Qodari.
Qodari menyatakan, anti atau tidaknya sebuah partai pada Pancasila dapat
dilihat dari jauhnya visi dan misi partai dengan setiap butir Pancasila.
“Partai politik yang bisa disebut anti-Pancasila adalah yang tidak mengakui
dan tidak sesuai dengan setiap butir di Pancasila. Kita tinggal cari saja,
ada atau tidak partai yang seperti itu,” Qodari menuturkan.
Pancasila adalah cermin etika kehidupan berbangsa dan bernegara yang
bersumber dari ajaran agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia.
Landasan Pancasila sebagai dasar etika berbangsa dan bernegara dijabarkan
dalam TAP MPR Nomor VI/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. (SYH/CR)