Home / Media / Siaran Pers / Pbnu Penetapan Awal Ramadhan Dan Syawal Harusnya Ikuti Hadits Nabi

PBNU : Penetapan Awal Ramadhan dan Syawal Harusnya Ikuti Hadits Nabi


Posted on Senin, 13 Jul 2015 01:34 WIB


PBNU : Penetapan Awal Ramadhan dan Syawal Harusnya Ikuti Hadits Nabi

Semua menggunakan Rukyah, artinya tidak cukup hanya dengan metode hisab

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, seharusnya penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal harus mengikuti hadits Rasulullah yakni dengan rukyatul hilal.

“Berpuasalah kalian pada saat kalian melihatnya (bulan), dan berbukalah kalian juga di saat telah melihatnya (hilal bulan Syawal) dan apabila tertutup mendung bagi kalian maka genapkanlah bulan Sya’ban menjadi 30 hari.” (HR. Bukhori: 1776 dan Muslim: 5/354), demikian Siradj mengutip dalil tentang perintah rukyatul hilal dari hadits.

“Semua menggunakan Rukyah, artinya tidak cukup hanya dengan metode hisab,” ujar Siradj ditemui di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, seperti dilaporkan Republika Online pada Senin (13/7) di Jakarta.

Menurut Said Aqil, selama ini Kementerian Agama dan seluruh ormas Islam di Indonesia menggunakan metode Rukyatul hilal untuk menentukan satu Syawal. Ormas tersebut di antaranya, NU, PERSIS, Matlah Anwar, Wasfiyah, dan PII. 

Menurut Siradj, jika pada tanggal 29 Ramadhan belum terlihat hilal, maka puasa akan digenapkan menjadi 30 hari. Dia juga menegaskan jika dirinya belum bisa menjawab kapan tepatnya satu Syawal itu.

Dia hanya akan memberitahukan pada 29 Ramadhan atau setelah hasil Rukyatul Hilal keluar. “Lebaran tahun ini tidak bisa saya jawab sekarang, nanti setelah hasil rukyatul hilal keluar,” pungkas Siradj.*** Imam/R1

Sumber : Republika Online


Tags :





Detail side

Media Terpopuler