Pegiat 'Halal Life Style' Apresiasi Rencana Pembangunan Pelabuhan Halal
Posted on Rabu, 28 Okt 2015 07:02 WIB
Alhamdulillah saat ini Pemerintah, BUMN dan media massa Indonesia makin perhatian kepada urusan halal
Jakarta, (ICMI Media) - Pegiat gaya hidup serba halal (Halal Life Style) yang juga wakil Bendahara Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengapresiasi rencana PT Pelindo II yang akan membangun pelabuhan halal seperti yang ada di Roterdam, Belanda.
"Alhamdulillah saat ini Pemerintah, BUMN dan media massa Indonesia makin perhatian kepada urusan halal. Saya sudah baca di media, Pelindo II akan membangun pelabuhan halal seperti halnya di Roterdam," ujar Rifda Ammarina kepada ICMI Media pada Rabu (28/10) di Jakarta.
Menurutnya, omset produk halal dunia sudah mencapai hampir 2 trilyun dollar. "Sementara Indonesia masih lebih besar menjadi konsumen daripada produsen," kata Rifda.
Seperti diketahui, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) melalui anak perusahaan IPC Logistic Services akan menggarap pelabuhan halal pertama di Indonesia. Selama ini, pasar pelabuhan halal masih dikuasai Malaysia dan Singapura. Diharapkan, dengan menyediakan pelabuhan halal, biaya logistik akan lebih murah dan bisa meningkatkan kinerja layanan di pelabuhan karena semakin banyak peti kemas yang masuk ke Indonesia
Menurut Komisaris Utama IPC Logistic Services Toto Dirgantoro, selama ini semua barang atau produk yang berasal dari negara non-Muslim, dan akan dikirim ke Timur Tengah atau ke Indonesia, selalu melewati pelabuhan halal Malaysia atau Singapura
"Di pelabuhan itu, semua produk dan peti kemas dikelola dengan cara yang halal. Jika tidak halal, negara-negara yang menuntut adanya sertifikat halal tidak mau menerima produk tersebut," kata Toto di Jakarta, pekan lalu.
Dengan dibukanya pelabuhan halal, produk halal yang masuk ke Indonesia akan lebih murah. "Dengan diberi sertifikat halal di Malaysia atau Singapura, terjadi dua kali proses di pelabuhan berbeda Namun, jika sertifikasi halal dilakukan di Indonesia lalu barangnya masuk ke Indonesia, tentu mengurangi ongkos logistik." kata Toto.
Direktur Utama IPC Logistic Services Tony Hajar mengatakan, pelabuhan halal ini tidak hanya melakukan sertifikasi di pelabuhan, tetapi juga di negara produsen. "Misalnya barang-barang dari Tiongkok, tentu butuh untuk disertifikasi halal. Tim kami yang juga terdiri atas Majelis Ulama Indonesia akan ke Tiongkok untuk melakukan sertifikasi," kata Tony.
Dilihat dari potensi pasar, pelabuhan halal cukup menjanjikan. Total pengeluaran global untuk konsumsi Muslim dari sektor makanan dan gaya hidup mencapai 1,62 triliun dollar AS pada tahun 2012 dan diprediksi meningkat mencapai 2,47 triliun dollar AS pada tahun 2018, sebagaimana dinyatakan Thomas Reuters dalam State of The Global Islamic Economy 2013.
Menyambut rencana Pelindo II itu, Rifda berharap hajat besarnya untuk terus menggelar Indonesia Halal business, Fashion & Food Expo (IHBF Expo) akan ikut didukung. "Saya berharap, perkembangan Halal lifestyle di indonesia akan di dukung. Itu bisa dilihat dari banyaknya Peserta, Pengunjung dan Media Patner di 5th IHBF Expo, JCC 4 sd 6 Des 2015 nanti," pungkas Rifda. *** L/IS/R1
Tags :