Posted on Sabtu, 14 Jan 2017 03:20 WIB
Jakarta, (ICMI Media) - Membuka perdagangan bursa saham 2017, Wakil Presiden RI yang juga Ketua Dewan Penasehat Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jusuf Kalla (JK) mengingatkan bahwa tantangan bangsa ke depan adalah masalah inequality atau ketidaksetaraan atau ketidakadilan. Menurutnya, ketidakadilan akan menimbulkan berbagai permasalahan ekonomi, dan sosial.
Oleh karena itu, JK mengingatkan, semua pelaku industri, pengusaha di bidang keuangan harus menanamkan semangat kesetaraan. Di antaranya, adalah secara perlahan menurunkan besaran bunga, salah satunya adalah besaran bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Bagaimana memperbaiki sistem kredit KUR kan juga bicara soal inequality memperbanyak. Bagaimana memberikan kesempatan kepada pengusaha-pengusaha lebih baik, bagaimana menggerakkan daerah, bagaimana memberikan anggaran lebih besar kepada daerah. Contohnya, sekarang anggaran ke daerah sudah lebih besar dari pada ke kementerian. Itu juga cara untuk mengalihkan pertumbuhan ke daerah," kata JK, Selasa (3/1).
Namun, JK juga mengingatkan agar ada kesetaraan antara besaran bunga yang ditawarkan dengan keuntungan dari besaran saham. Sebab, jika bunga tetap diatas 10 persen maka tidak ada investor yang membeli saham karena yield (keuntungan) nya hanya sekitar 5 persen.
Tetapi, lanjutnya, jika kredit tinggi maka para pengusaha juga tidak bisa mendapatkan keuntungan. Untuk itu, ia menekankan betapa pentingnya menciptakan kebijakan yang berkeadilan.
"Oleh karena itulah, pada saat situasi seperti ini, waktunya kita membongkar ulang kita punya kebijakan-kebijakan yang terjadi. Saya selalu mengatakan bahwa pasar modal penting tapi yang lebih penting lagi Pasar Senen, Pasar Tanah Abang. Tidak ada gunanya di sini (bursa) naik tapi Tanah Abang turun," ungkapnya.
Dikutip dari laman Beritasatu.com, selain itu, JK mengajak agar semua pihak menjaga situasi keamanan sehingga menciptakan keadilan yang akan menjanjikan harapan dan kerja keras dalam membangun bangsa menjadi lebih baik.
"Dengan hari ini, semangat baru kita pada tahun 2017 ini, semangat yang baik mudah-mudahan akan berlangsung dan berprestasi anda semua dengan baik. Bukan hanya dengan dasar indeks tetapi dasar kemampuan masyarakat yang lebih adil," ujarnya.*** (T/CH)