Posted on Jumat, 9 Okt 2015 16:13 WIB
Sistem yang akan dipakai adalah sistem satu orang Ketua Umum yang akan memimpin ICMI selama 5 tahun
Jakarta, (ICMI Media) - Terkait akan diselenggarakannya Muktamar VI ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Desember mendatang, Sekretariat ICMI akan memulai penjaringan nama-nama yang diajukan oleh Orwil dan Orda sebagai kandidat yang maju dalam pemilihan.
"Insya Allah, akhir Oktober ini kita akan segera kirimkan surat ke mereka untuk mengajukan nama-nama kandidatnya," kata Sekretaris Jenderal ICMI, Dr. Ir. Muhammad Taufik, kepada ICMI Media beberapa hari lalu di Jakarta.
Menurut Taufik, Muktamar mendatang akan menggunakan metode yang berbeda dari sistem sebelumnya yang menganut sistem presidium.
"Sistem yang akan dipakai adalah sistem satu orang Ketua Umum yang akan memimpin ICMI selama 5 tahun," terang Taufik.
Perubahan sistem ini dianggap perlu dilakukan, mengingat dinamika zaman yang mengharuskan sebuah organisasi bergerak cepat dalam sebuah keputusan, demikian dijelaskannya.
"Dengan sistem Presidium yang berganti setiap tahun, itu dianggap kurang efisien dalam menjalankan sebuah program. Karena itu, kita akan pakai sistem Ketum," kata Taufik.
Adapun syarat dan kriteria calon Ketum, menurut Taufik yang terpenting adalah memiliki karakter 5K ICMI.
"Yang sangat penting, Ketum yang akan terpilih bukanlah Ketua Umum sebuah partai politik. Sebab ICMI adalah lembaga cendekiawan yang netral, didalamnya terdapat anggota lintas partai," ungkap Taufik.
Ia mengharapkan, penjaringan yang akan dilakukan nanti akan menghasilkan sosok pemimpin yang terbaik bagi ICMI. *** L/IS/R1