Home / Media / Siaran Pers / Pesan Habibie Soal Sara

Pesan Habibie soal SARA


Posted on Sabtu, 25 Mar 2017 06:21 WIB


Pesan Habibie soal SARA

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Dewan Kehormatan Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang juga Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie berpesan kepada kader Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), untuk tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan.

Habibie mengingatkan, karena jasa pahlawan, Indonesia terbebas dari penjajahan. Juga bisa sampai besar seperti sekarang di mana Indonesia berkembang dengan pesat.

"Saya sering ke Taman Makam Pahlawan Kalibata saya datang ke situ saya masuk, saya hormat, karena di sana ada pahlawan-pahlawan yang dikenal maupun tidak dikenal, dari situ saya baca Surat Yasin," ujar Habibie dalam acara Pendidikan dan Pelatihan Kader AMPI, DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (24/3).

Sementara itu, mantan Menteri Negaa Riset dan Teknologi (Menristek) juga meminta kapada kader AMPI dan para masyarakat Indonesia jangan pernah membeda-bedakan orang berdasarkan kepada suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA). Hal itu juga yang pernah dikatakan oleh Presiden pertama Soekarno.

"Kita tidak mengenal SARA, tidak membedakan anda keturunan India atau Tionghoa. Kita tidak boleh SARA dan mengedepankan kepentingan nasional," katanya.

Dikutip dari laman Jawapos.com, di tempat yang sama, Ketua Umum DPP AMPI, Dito Ariotedjo mengatakan, kegiatan pendidikan dan pelatihan ini merupakan salah satu jenjang pengkaderan bagi kader Partai Golkar. "Ini untuk mengantarkan legislatif dan eksekutif di pemerintahan," katanya.

Menurutnya, acara yang berlangsung ini merupakan kegiatan tingkat nasional yang selanjutnya akan dilaksanakan di saluruh kabupaten kota Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik, kapasitas kepemimpinan dan etos kerja dan kemampuan teknis kader dalam rangka mangsukseskan penyelenggaraan tugas-tugas fungsional. 

"Dengan harapan untuk meningkatkan intelektual, pamahaman keorganisasian dan jiwa kepakaan sosial bagi para kader untuk menyelesaikan berbagai permasalahan baik itu sosial, ekonomi, hukum, politik dan budaya di lingkungannya masing-masing," pungkasnya.*** (T/CH)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler