Home / Media / Siaran Pers / Prio Budi Santoso Prihatin Melihat Nilai Kebangsaan Yang Makin Meredup

Prio Budi Santoso Prihatin Melihat Nilai Kebangsaan Yang Makin Meredup


Posted on Minggu, 27 Nov 2016 10:54 WIB


Prio Budi Santoso Prihatin Melihat Nilai Kebangsaan Yang Makin Meredup

Jakarta, (ICMI Media) - Wakil Ketua Umum ICMI Prio Budi Santoso mengaku prihatin melihat kondisi bangsa ini karena nilai kebangsaan yang makin meredup disebabkan adanya kepentingan golongan yang mengarah kepada pertikaian politik praktis serta menyulut terjadinya konflik SARA.

Alumni dan lulusan UPMI jangan mudah terprovokasi dan senantiasa menjaga keutuhan NKRI dari kepentingan penguasa yang diktator mayoritas dikarenakan adanya tirani minoritas yang berprilaku sombong sehingga terjadinya aksi demo besar di Jakarta,” kata Budi Santoso dalam orasi ilmiah di hadapan wisudawan sarjana dan pascasarjana Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) di Hotel Danau Toba, Sabtu (26/11).

Wisuda dihadiri Ketua Yayasan Nuraini Harahap, Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah I Sumut Mahriyuni, Sekretaris Aptisi Wilayah Sumut Uchwatul Akhyar, para wakil rektor, dekan, ketua program studi dan jurusan, Direktur Pascasarjana UPMI dan lainnya.

Mantan Wakil Ketua DPR-RI ini juga menjelaskan, demokrasi bukanlah menghalalkan segala cara tapi hendaknya memperhatikan nilai budaya yang dibangun dari buah kemerdekaan dan perjuangan bersama.

Pasca kemerdekaan RI sampai era reformasi dan transformasi negeri ini mengalami berbagai fase dan perubahan mendasar di segala bidang baik sistem demokrasi, pemerintahan, politik, ekonomi, sosial dan  lainnya.

Namun kebablasan yang terjadi sekarang ini, dimana kondisi saat ini masyarakat mudah tersulut amarah dan gampang emosi sehingga juga menimbulkan permasalahan besar. “Demokrasi dijalankan setengah hati di Indonesia dan ini kenyataan yang tidak bisa dipungkiri,” ujar Prio Budi Santoso yang juga politikus dari Partai Golkar ini.

Sementara itu Rektor UPMI Ali Mukti Tanjung mengharapkan agar lulusan UPMI tidak menjadi beban negara tapi membantu mengurangi pengangguran dengan menjadi wirausaha serta mengembangkan potensi dan kompetensi yang dimiliki. “Negara sedang dihadapkan berbagai masalah, lulusan UPMI hendaknya tidak menjadi bagian dari masalah tersebut,” katanya.

Dikutip dari laman waspada.co.id, menurut dia, era masyarakat ekonomi Asean (MEA) perlu persiapan matang agar mahasiswa tidak terlindas dalam persaingan tersebut. Alumni UPMI harus mampu dan berjuang, tidak menyerah dan berdoa agar segala usaha yang dilakukan berhasil. Untuk itu, lulusan harus semangat dan termotivasi untuk maju dan sukses.

Jumlah lulusan yang diwisuda sebanyak 405 orang terdiri dari Magister Ilmu Administrasi (MIA) sebanyak 123 orang, Magister Ilmu Hukum 10 orang, program studi Ilmu Administarasi (S1) berjumlah 57 orang, Ilmu Hukum 86 orang, Manajemen 75 orang, Agroteknologi 27 orang dan Teknik Mesin dan Teknik Sipil 27 orang.*** (T/CH)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler