Home / Media / Siaran Pers / Program Sdsb Icmi Segera Diwujudkan

?Program SDSB ICMI Segera Diwujudkan


Posted on Senin, 11 Mei 2015 23:38 WIB



<div style=

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

" src="

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

https://icmi.id/assets/img/content_image">

Kami akan melatih kader-kader ekonomi islam untuk mengelola BMT di daerahnya masing-masing

Jakarta, (ICMI Media) - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) segera wujudkan program satu desa satu BMT (SDSB) bersama dengan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) bekerja sama dengan Asosiasi BMT se-Indonesia (ABSINDO) dan Kementerian Desa. Hal ini disampaikan oleh Presidium Nasional I FoSSEI, Syahid Irfan Mubarok.

"Kami akan melatih kader-kader ekonomi islam untuk mengelola BMT di daerahnya masing-masing," tuturnya seperti dilaporkan oleh Republika OnLine. Rencananya program pelatihan sendiri akan dimulai pada bulan mei dalam waktu 22 hari. Setelah pelatihan peserta akan dikembalikan ke daerah masing-masing selama satu tahun.

Syahid sendiri menargetkan ada 50 peserta yang ikut mendaftar dalam program tersebut. Menurutnya pemberdayaan pemuda sangat penting untuk dilakukan. Terutama dalam membangun desa. Hal ini dibenarkan oleh Penanggung Jawab Program Satu Desa Satu BMT dari FoSSEI, Hafid Koesmahendra.

"Ini adalah konsep pembangunan dari bawah. Dimana sekarang pembangunan dari atas sudah sangat sulit dilakukan," tutur mahasiswa jurusan manajemen bisnis Universitas Padjadjaran itu pada ROL. Menurutnya sekarang semua akan serba sulit jika harus menunggu pergerakan dan perubahan dari pemerintah. Oleh itu, mahasiswa pun mesti turut mendorong perubahan nyata tersebut.

Rencananya pada pertengahan April pendaftaran bagi peserta program ini akan dibuka. Adapun keriteria peserta adalah mereka yang merupakan alumni Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI), belum menikah, dan bersedia ditempatkan dimana saja.

Adapun opsi pengembangan BMT sendiri ada dua macam, yaitu membina BMT yang sudah ada atau membentuk BMT baru. Opsi area kerja pun ada dua, yaitu tersebar di seluruh Indonesia atau fokus lebih dulu untuk wilayah Jawa Barat. Diharapkan dengan kerja sama ini, kesejahteraan masyarakat di desa dapat semakin berkembang.

Pembangunan dan pengelolaan BMT sendiri akan dibiayai oleh pihak Kementerian Desa. Maka itu diperlukan pemuda yang benar-benar siap mengabdi bagi masyarakat. "Kita berharap program ini bisa berjalan lancar, hingga membuahkan hasil yang nyata bagi rakyat," kata pemuda yang juga menjabat sebagai Direktur BMT ISEG Universitas Padjadjaran itu.(Imam)

Sumber : ROL


Tags :





Detail side

Media Terpopuler