Home / Media / Siaran Pers / Rakyat Yordania Minta Putus Hubungan Dengan Israel

Rakyat Yordania Minta Putus Hubungan Dengan Israel


Posted on Sabtu, 17 Okt 2015 07:53 WIB


Rakyat Yordania Minta Putus Hubungan Dengan Israel

Tanah adalah milik kita, Jerusalem adalah milik kita dan Allah beserta kita

Jakarta, (ICMI Media) - Atas aksi pelanggaran serius Israel di kompleks Masjid Al-Aqsha di Al-Quds, ribuan rakyat Yordania turun ke jalan menyerukan pemerintah untuk memutuskan hubungan dan membatalkan perjanjian damai dengan Israel.

Aksi demonstrasi pecah pada Jumat (16/10) di beberapa kota di negara itu paska Shalat Jumat. Sekitar 5.000 orang dilaporkan berunjuk rasa di Amman, ibu kota Yordania.

“Tidak boleh ada kedutaan Zionis di tanah Yordania,” teriak para demonstrans, seperti dilaporkan MINA, Sabtu (17/10).

Dalam aksinya, massa menuntut pembatalan perjanjian damai Yordania-Israel 1994 sembari mengusung plakat bertuliskan kata-kata “pembatalan perjanjian Wadi Araba adalah respons atas pelanggaran Israel terhadap warga Palestina di Al-Quds”.

“Tanah adalah milik kita, Jerusalem adalah milik kita dan Allah beserta kita,” ujar kata-kata di spanduk lain yang diusung dalam aksi itu.

Protes anti-Israel juga berlangsung di beberapa kota lain seperti Zarqa, Irbid, Mafraq, Jerash dan di kota pelabuhan selatan Aqaba.

Yordania memiliki hak kustodian atau titipan atas Masjid Al-Aqsha di Al-Quds, tempat suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid An-Nabawi di Madinah.

Protes rakyat Yordania itu datang saat Palestina menyerukan “Hari Kemarahan’, dan ketika polisi Israel di Al-Quds melarang orang di bawah 40 tahun menghadiri shalat di Masjid Al-Aqsha.

Bulan lalu Raja Yordania Abdullah II memperingatkan bentrokan di Al-Aqsha bisa menimbulkan ‘konsekuensi serius’ dan setiap ‘provokasi’ di Al-Quds bisa merusak hubungan antara Yordania dan Israel.

Amman menarik duta besarnya setelah bentrokan November lalu. Pada hari Rabu lalu, pemerintah Yordania mengatakan memantau perkembangan dan ‘keputusan hukum dan diplomatik’ bisa diambil dalam menghadapi agresi Israel.

Selama dua pekan terakhir, kekerasan telah mencengkeram bagian lain dari Al-Quds, Israel, Tepi Barat yang diduduki, dan perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza. ***Mrj/IS/R1


Tags :





Detail side

Media Terpopuler