Refleksi
Posted on Senin, 13 Jul 2015 00:19 WIB
Kita kurang kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip-prinsip hidup.
Oleh : DR.Sugiharto,. SE., MBA)*
Perbedaan antara Negara Berkembang (Miskin) dan Negara Maju (Kaya) tidak tergantung pada umur Negara itu. Contohnya, India dan Mesir yang umurnya sudah 2000 tahun lebih namun tetap terbelakang. Di sisi lain, Singapura, Kanada, Australia, New Zealand yang umurnya sekitar 150 tahun, namun dalam membangun negaranya saat ini mereka adalah bagian dari Negara Maju di dunia.
Begitupun, ketersediaan Sumber Daya Alam dari suatu Negara juga tidak menjamin Negara itu Kaya atau Miskin.
Jepang mempunyai area yang sangat terbatas, yaitu daratannya yang 80 persen berupa Pegunungan dan tidak mungkin cukup meningkatkan produksi pertanian ataupun peternakkan. Tetapi lihatlah, saat ini Jepang menjadi salah satu Raksasa Ekonomi dunia.
Swiss yang tidak mempunyai perkebunan Coklat, tetapi faktanya Negara ini menjadi pembuat coklat terbaik di dunia.
Para eksekutif dari Negara Maju yang berkomunikasi dengan temannya dari Negara Terbelakang, akan sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan. Begitupun ras atau warna kulit juga bukan faktor penting.
Banyak para imigran yang dinyatakan orang tidak berpendidikan di negara asalnya, ternyata justeru menjadi sumber daya yang sangat produktif di negara maju/ kaya di Eropa.
Lalu apa perbedaannya?
Perbedaannya adalah sikap atau Attitude, perilaku masyarakatnya yang telah terbentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan.
Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju , ternyata mayoritas penduduknya sehari-hari mengikuti serta mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut:
1) Etika
2) Kejujuran
3) Bertanggung Jawab
4) Hormat pada Aturan dan Hukum Masyarakat
5) Hormat pada hak orang/ warga lain
6) Cinta Pada Pekerjaan
7) Berusaha keras untuk menabung & investasi
8) Mau Bekerja Keras
9) Tepat Waktu
Sementara di negara terbelakang atau baru berkembang, hanya sebagian kecil masyarakatnya mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan tersebut.
Kita bukan miskin karena kurangnya Sumber Daya Alam, atau karena alam yang kejam kepada kita. Kita menjadi bangsa terbelakang, lemah dan miskin karena perilaku kita yang kurang atau bahkan tak baik.
Kita kurang kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip-prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun ekonomi, dan negara.
Mari kita merefleksikan hal ini, kita harus mulai dari mana saja kita ingin berubah dan bertindak. Dan perubahan itu, dimulai dari DIRI KITA SENDIRI!
)* Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia 2015, Mantan Menteri BUMN dan Komisaris Pertamina
Tags :