Remaja Muslimah AS Lawan Islamofobia Lewat Tulisan
Posted on Kamis, 11 Jun 2015 00:46 WIB
menulis telah memberinya cara untuk mengatasi stereotipe yang selama ini ia hadapi
Jakarta, (ICMI Media) - Seorang remaja di Cambridge, Amerika Serikat (AS) berusia 13 tahun telah menyuarakan perlawanan terhadap sikap Islamofobia, berdasarkan pengalaman yang ia hadapi di kelas setiap hari dengan cara menuliskannya dalam sebuah esai untuk tugas sekolah.
"Saya menghadapi stereotip ini setiap hari karena saya seorang gadis Muslim. Itu yang saya alami," kata Sumaiya Mahee, dilaporkan oleh Republika Online pada Kamis (11/6) dilaman webnya.
Mahee menambahkan, menulis telah memberinya cara untuk mengatasi stereotipe yang selama ini ia hadapi. Ketika mulai berbicara tentang hal itu, ia menyadari bahwa ia tidak sendirian. Ada banyak anak-anak lain mengalami hal yang sama.
Mengisahkan tantangan sehari-harinya, Mahee menulis esai berjudul, "You’re Not Who You Say You Are: Beyond the Single Story." Dia menuliskannya sebagai tugas untuk mata pelajaran IPS dan kelas bahasa Inggris di sekolah menengah Kennedy-Longfellow.
Dalam esainya, Mahee menuliskan persoalan mendasar tentang identitas. Mahee mengatakan, dia bukan dia yang dikatakan oleh orang-orang. Dia tidak terbentuk dari identitas eksternal yang dipaksakan masyarakat kepadanya, dengan cap teroris atau ekstremis.
"Tujuan saya adalah terus bekerja untuk memperbaiki stereotipe ini. Saya tidak ingin anak-anak Muslim lainnya harus menghadapi ini dan tidak bisa melakukan apa-apa," kata gadis asal Cambridge, Masachussets ini.
Esai itu kemudian menyebar luas dan dipublikasikan di radio publik Internasional's Global Nation Education. Mereka menilai tulisan itu memperlihatkan kesadaran diri dan pengetahuan budaya yang jauh melampaui usia sekolah menengahnya.
Woodly Pierre-Louis, guru bahasa Inggris Mahee, mengaku terkejut ketika pertama kali membaca esai itu. Guru bahasa Inggris itu takjub sekaligus tidak percaya, bagaimana bisa orang melihat gadis kecil itu sebagai ancaman atau target ejekan.***Awan/R1
sumber: Republika Online
Tags :