Home / Media / Siaran Pers / Sanad Israel Dan Houthi Pembunuh Jurnalis Terbanyak Dalam Konflik Di Timteng

Sanad: Israel Dan Houthi Pembunuh Jurnalis Terbanyak Dalam Konflik Di Timteng


Posted on Jumat, 16 Okt 2015 03:54 WIB


Sanad: Israel Dan Houthi Pembunuh Jurnalis Terbanyak Dalam Konflik Di Timteng

Pasukan Israel melakukan pelanggaran dalam jumlah tertinggi, khususnya terhadap wartawan Palestina di Tepi Barat

Jakarta, (ICMI Media) - Sebuah laporan bulanan yang dikeluarkan oleh lembaga The Defenders of Media Freedom In The Arab World Network (Sanad) atau Jaringan Pembela Kebebasan Media di Dunia Arab, pasukan Israel dan gerilyawan Houthi di Yaman berkontribusi memberikan jumlah tertinggi dalam hal pembunuhan terhadap jurnalis di dunia Arab. 

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa pemberontak Houthi di Yaman melakukan 77 pelanggaran terhadap wartawan dibandingkan dengan 76 kasus oleh pasukan Israel. 

"Pasukan Israel melakukan pelanggaran dalam jumlah tertinggi, khususnya terhadap wartawan Palestina di Tepi Barat dengan 113 pelanggaran diikuti oleh Irak dengan 76 pelanggaran," demikian disebutkan dalam laporan itu, seperti dikutip ICMI Media dari Middle East Monitor pada Jumat (16/10).

Bahan sejak awal tahun 2015 saja, sebanyak 44 wartawan dan pekerja media telah tewas dalam konflik berdarah di Timur Tengah itu.

"Dari jumlah itu, enam wartawan tewas pada bulan September termasuk empat yang dibunuh oleh ISIS di Irak. Bahkan sejak konflik 2012, terhitung 225 wartawan dan pekerja media telah tewas," demikian laporan itu menyebutkan, 

Jaringan itu juga mendokumentasikan pembunuhan 19 wartawan dan pekerja media di Irak sejak awal 2015 di tangan Daesh sementara wartawan lain dibunuh di Baghdad oleh orang-orang bersenjata tak dikenal.

Dari jumlah 407 pelanggaran, terjadi di 95 insiden selama September terhadap 135 wartawan. Sementara itu, 25 organisasi media menyaksikan serangan terhadap kantor mereka dan kantor pusat.

Sanad adalah jaringan organisasi masyarakat sipil yang memantau dan mendokumentasikan pelanggaran serta tiap serangan terhadap wartawan. Kantor pusatnya berada di Amman, Yordania. *** L/IS/R1


Tags :





Detail side

Media Terpopuler