Home / Media / Siaran Pers / Sesuaikan Arah Pendidikan Dengan Semangat Zaman

?Sesuaikan Arah Pendidikan dengan Semangat Zaman


Posted on Selasa, 2 Mei 2017 16:45 WIB



<div style=

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

" src="

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

https://icmi.id/assets/img/content_image">

Jakarta, (ICMI Media) - Beratnya tantangan reformasi pendidikan dan membangun karakter siswa disebabkan faktor masih adanya lingkungan sekolah yang tidak nyaman dan kurang kondusif.

Melalui keterangan resmi tertulis yang dikirim ke Media ICMI, Selasa (2/5), Euro Management sebagai konsultan pendidikan internasional menilai, suksesnya reformasi pendidikan dan terbentuknya siswa berkarakter unggul, tidak harus melalui metode indoktrinasi yang kaku. 

Perlu membenahi karakter siswa sesuai dengan semangat zaman, yakni pentingnya daya inovasi seperti dirumuskan Ki Hajar Dewantara. Siswa harus menghasilkan inovasi dengan cara 3 N (Niteni, Neroke, Nambahi).  

Metode 3N yang dirumuskan Ki Hajar Dewantara amat relevan membentuk karakter siswa dengan kemajuan zaman yang ditentukan oleh kapasitas inovasi.

Reformasi pendidikan memerlukan terobosan terkait kondisi lulusan SMA berbakat yang tidak terserap oleh perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) karena kapasitas dan jumlah dosen untuk  prodi tertentu masih kurang.

Perlu terobosan yang menjadi pelengkap reformasi pendidikan. Memberikan jalan kepada lulusan SMA berbakat untuk belajar di perguruan tinggi terkemuka di luar negeri. 

Berbagai skema pengiriman siswa berbakat perlu dibuat, seperti beasiswa dari negara lewat LPDP, pemerintah daerah maupun pengiriman secara mandiri oleh orang tua yang memiliki kemampuan dana.

Perlu napak tilas program pengiriman siswa lulusan SMA terbaik dari seluruh Indonesia untuk belajar di negara maju, yakni di Eropa, Amerika, Jepang dan Australia. 

Program diatas adalah bukti nyata program beasiswa Habibie di bawah Kementrian Riset dan Teknologi Periode 1992-1996 yang bisa saja di adopsi lagi saat ini menyesuaikan kondisi zaman.*** (L/CH)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler