Shalat Dhuha, Membayar Hutang Pada Allah
Posted on Kamis, 9 Jul 2015 06:14 WIB
Oleh : Ustadz Yusuf Mansur.
Oleh : Ustadz Yusuf Mansur.
Adakah yang tahu, bahwa Shalat Dhuha itu adalah cara membayar hutang kita kepada Allah? Hutang 2 rokaat sehari, Yang kalau tidak dibayar, maka hutang akan semakin bertumpuk.
Loh loh, kan sunnah?
Betul, Dhuha memang sunnah, tapi sunnah muakkadah. Sunnah yang teramat penting, yang kalau ditinggal ada juga “resiko”nya.
Sunnah muakkadah kalau ditinggal dalam waktu yang lama, tidak dijalankan dalam waktu yang lama, sangat berakibat negatif kepada kualitas kehidupan dan rizki kita.
Gini ya, kenapa saya sebut sebagai hutang?
Dalam 1 hari, sejak awal pagi, sampe pagi lagi, kita itu sesungguhnya harus bersedekah tanpa putus. Tiap sendi kita, dituntut sedekahnya, dan itu harus dibayar oleh kita.
Ya iya lah. Untuk oksigen tambahan saja, kita harus membayar sangat mahal. Padahal oksigen yang kita hirup, free 24 jam alias gratis tanpa membeli dengan uang.
Ternyata tidak benar-benar free (gratis) itu, harus bayar. Maka dituntut sedekahnya, belum lagi buat mata, dan lain-lain. Intinya, semua itu harus dibayar oleh kita.
Dan pastinya tak akan terbayar, siapa juga yang mampu bayar semua rizki dan nikmat Allah? Sistem pernafasan yang komplit, sistem pencernaan, sistem penglihatan, pendengaran, dan semua tubuh kita adalah keajaiban-Nya.
Ini semua Allah adakan sedekah atas-Nya. Anehnya, kitanya saja yang merasa free-free saja. Bebas-bebas saja, dan merasa tak ada tanggung jawab, tak ada beban, tak ada kewajiban. Padahal tidak begitu juga hakikatnya.
Nyatanya tidak sedikit nikmat yang Allah kurangi, bahkan Allah cabut. Sebab di antaranya kita yang tak mau atau kurang bersyukur.
Terus persoalannya, kalau harus bayar, dari pagi sampai pagi, atas semua rizki yang Allah berikan, harus bayar berapa? Tak bakal ada yang sanggup membayar. Untungnya, Allah maklum akan hal itu. Tak bakalan ada yang bisa bayar atas semua rizki & nikmat-Nya.
Karena itu Allah cukupkan bayarannya dengan shalat dhuha, Allah cukupkan kewajiban kita bayar kepada Allah, dengan dhuha 2 rokaat di pagi hari.
Subhaanallaah, baik ya? Tukerannya Maha Ringan. Ya. Harusnya Maha Ringan. Ga ada bandingannya 2 rokaat dengan kewajiban bayar 1 hari POL rizki dan nikmat Allah.
Mestinya, dan itu sekaligus memberi pemahaman kepada kita, betapa besarnya dhuha itu. Nilainya sebanding dengan seluruh bayaran Allah atas makhluk-Nya.
Begitulah shalat dhuha 2 rokaat, menjadi bayaran kita kepada Allah. Allah mencukupkan diri-Nya “dibayar” oleh kita, dengan tambahan dhuha 2 rokaat di pagi hari. Insya Allah hasilnya Luar biasa.
Tentunya, itu kalau syarat minimal, dipenuhi dan terpenuhi juga. Yakni soal shalat 5 waktunya tertib, bagus, tepat waktu, jamaah di masjid. Artinya, kalau dhuhanya bagus, lalu shalat fardhunya tidak cakap, ya tentu “bayaran” itu akan kurang juga dan akan ada yang diambil oleh Allah.
So,apalagi yang membuatmu menunda mengerjakan dhuha??nyok dhuha dulu sahabat.***(ICMI Media).
Tags :