Shamsi Ali: Alhamdulillah, Sekali Lagi Executive Order Diblok Oleh Hakim Tinggi Hawai
Posted on Kamis, 16 Mar 2017 05:47 WIB
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orsat New York imam Shamsi Ali mengucapkan syukur atas dibloknya Executive Order yang dikeluarkan oleh Donald Trump oleh Hakim Tinggi Hawai.
"Alhamdulillah, sekali lagi Executive Order yang dikeluarkan oleh Donald Trump perihal melarang pendatang dari 6 negara mayoritas Muslim diblok secara nasional oleh Hakim Tinggi Hawai," kata Shamsi Ali dalam keterangan tertulis yang diterima ICMI Media di Jakarta, Kamis (16/3).
Shamsi Ali menyebutkan, nafsu pemerintahan Donald Trump untuk melarang orang Islam datang ke negara ini akan gagal.
"Karena saya yakin Amerika masih menjunjung tinggi Konstitusinya yang memperlakukan semua orang sederajat di depan hukum tanpa melihat latar belakang RAS," kata Shamsi Ali.
Menurutnya, apa yang berusaha dilakukan oleh Donald Trump adalah memenuhi janji politik untuk melarang orang Islam masuk Amerika (lazimnya disebut Muslims ban). Akan tetapi tidak mungkin itu dilakukan dengan kata "melarang orang Islam".
"Sehingga dia berusaha mempermainkan istilah "pelarangan sementara 6 negara". Tapi sejatinya adalah pelarangan Muslim untuk datang ke negara ini," jelasnya.
Dikatalan, hal tersebut bukan rahasia sebab hal itu telah dijanjikan sejak masa kampanye. Bahkan salah seorang tangan kanannya di masa kampanye, Rudy Guliani dan mantan Walikota New York pernah menyampaikan bahwa Donald Trump berusaha mencari celah legalitas pelarangan itu.
"Intinya adalah sikap rasisme dan anti Islam pemerintahan Donald Trump tidak akan langgeng. Sebab bagaimanapun juga Amerika adalah negara dengan institusi yang kuat. Institusi yang solid di atas Konstitusi dan nilai-nilai universalnya," kata pria yang juga Imam Masjid di New York.
"Entah apa lagi yang akan dilakukan oleh Donald Trump dengan dibloknya Executive Order ini. Yang pasti, saya khawatir kebijakan-kebijakan yang akan diambilnya tidak lagi memiliki kharisma karena seolah hanya mainan dan lelucon," tambahnya. *** (L/CH)
Tags :