Posted on Senin, 25 Sep 2017 09:49 WIB
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/v_template_3.php
Line Number: 49
Backtrace:
File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler
File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view
File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once
Jakarta (ICMI Media) – Guna tidak berulangnya kembali peristiwa kericuhan yang menewaskan tiga orang pengungsi etnis Rohingya saat pembagian bantuan, pelaksanaan distribusi sebaiknya langsung diberikan ke setiap perkemahan dan jangan fokus pada satu lokasi saja.
Demikian diungkapkan Wakil Ketua Umum ICMI DR Sri Astuti Buchari kepada ICMI Media, Senin (25/9). Sri Astuti menilai, penyebab terjadinya kericuhan hingga jatuhnya korban akibat pelaksana distribusi bantuan untuk etnis Rohingya tidak teratur dalam mekanismenya.
“Per kelompok dihitung, misalnya kemah 1, kemah 2, kemah 3, di data dulu berapa orangnya akan mendapatkan makanan, selimut, dan pakaian. Disiapkan misalnya jumlah pengungsi 500 orang dengan data laki-laki, perempuan, anak-anak atau bayi,” kata Sri Astuti.
Sri mengingatkan, setiap distribusi bantuan ke etnis Rohingya perlu didata secara jelas dan diketahui siapa penanggungjawab masing-masing kemah. Sri menyarankan, distribusi bantuan tidak dikumpulkan menjadi satu.
Selain itu, Sri menuturkan, bantuan yang telah sampai kepada pengungsi etnis Rohingya dapat didokumentasikan dan dilaporkan kepada para donatur.
“Saya maupun orang Indonesia kan tidak tahu sampainya, kepada siapa. Misalnya dikirim ke Bangladesh, dikirim sampai daerah mana, mungkin juga tidak sampai, kita kan tidak tahu,” ucap Sri Astuti. (SYH/CR)