Posted on Jumat, 17 Apr 2015 14:22 WIB
Kegiatan RMPP kali ini ditujukan untuk mempersiapkan Milad ke 25 tahun sekaligus muktamar yang akan berlangsung dibulan Desember 2015.
Jakarta (ICMI) - Kegiatan Rapat Majelis Pimpinan Paripurna (RMPP) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dibuka oleh Ketua Presidium ICMI, Dr. Sugiharto, SE., MBA., Jumat Sore (17/4) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Sugiharto juga mengatakan bahwa RMPP ICMI kali ini adalah perumusan beberapa permasalahan bangsa yang harus dicari solusinya oleh ICMI.
"Saat posisi umat Islam terpinggirkan 25 tahun lalu, kehadiran ICMI mampu menumbuhkan harapan, kepercayaan dan keyakinan muslim untuk menjadi bagian penting dan strategis melalui kekuatan iman dan takwa (Imtaq) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek)," ujar Sugiharto saat memberikan kalimat pembuka acara. Tujuannya jelas, yaitu terwujudnya masyarakat yang sejahtera, adil dan berdaulat demikian dikatakannya.
"Program 5 K masih sangat relevan, karena itu kehadiran ICMI telah merubah peta sejarah bangsa Indonesia lebih baik lagi," ujar Mantan Menteri BUMN era SBY ini. Sugiharto mengingatkan, bahwa ICMI adalah organisasi besar yang didirikan oleh orang besar yang berpikiran besar dan strategis bagi kejayaan bangsa Indonesia di masa depan.
Karena itu, menurut Sugiharto kegiatan RMPP kali ini ditujukan untuk mempersiapkan Milad ke 25 tahun sekaligus muktamar yang akan berlangsung dibulan Desember 2015.
"ICMI telah menjalankan longmarch dari tahap pertama dengan berbagai dinamika dan problematikanya," kata Sugiharto. Komisaris Pertamina ini menjelaskan, ketika ICMI terpuruk dari berbagai sisi, namun disaat itulah tampil kader-kader terbaiknya berjuang mempertahankan ICMI.
Dalam pandangannya, selama 25 tahun ini ICMI telah memberikan karya-karya terbaiknya bagi bangsa termasuk demokratisasi Indonesia.
"Kita bisa melihat, kini kader-kader muslim terbaik bisa menduduki posisi-posisi strategis diberbaga bidangnya karena perubahan wajah demokrasi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh ICMI," ujar Sugiharto.
Dalam kesempatan tersebut, Sugi menekankan sisi penguatan masyarakat secara Madani termasuk di sektor ekonomi syariah. Ia mengatakan, sejak ICMI melahirkan bank syariah pertama di Indonesia, sejak itulah bermunculan bank-bank syariah lainnya sebagai efek positifnya.
Sugiharto juga menyebutkan bahwa berdasarkan hasil Silaknas ICMI di Gorontalo yang dihadiri Presiden Joko Widodo, ada 2 program unggulan ICMI yang telah diapresiasi oleh Presiden Jokowi yakni program Bank Wakaf dan Satu Desa Satu BMT (SDSB).
"Secara lisan, beliau sudah mendukung perwujudan bank wakaf ini," ujar Sugiharto.
Dalam kesempatan itu, hadir juga Ketua Dewan Kehormatan yang juga tokoh pendiri ICMI, Prof. Dr. Eng. BJ Habibie bersama tokoh ICMI lainnya seperti Jimly Asshiddiqy, Ilham Habibie, dan lainnya. Terlihat juga tokoh nasional seperti Priyo Budi Santoso, Prof. Nanat Fatah Natsir, Marwah Daud Ibrahim dan lainnya.
Pembukaan itu selesai pukul 17.00, lalu berlanjut pada pleno pertama. Malam ini hingga pukul 23.00 WIB adalah kegiatan pembahasan masalah organisasi dan kelembagaan serta rancangan garis-garis besar program kerja ICMI periode 2015-2020.
Kegiatan ini akan berlanjut hingga esok siang, Sabtu (18/4) dengan agenda penyampaian serta pengesahan hasil sidang-sidang komisi. Kegiatan akan ditutup oleh Ketua Presidium ICMI Sabtu siang pukul 11.30 WIB.
Sumber : Media ICMI