Home / Media / Siaran Pers / Sumpah Pemuda Dan Persatuan Umat

Sumpah Pemuda Dan Persatuan Umat


Posted on Rabu, 28 Okt 2015 00:25 WIB


Sumpah Pemuda Dan Persatuan Umat

Oleh: Fasjud Syukroni, Wartawan ICMI Media

"Sumpah Pemuda" merupakan keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia".


Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya. Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini dijadikan sebagai momentum kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Adapun isi dari keputusan kongres tersebut berisi tiga butir, antara lain:
    Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
    Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
    Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda di atas dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 sebagai suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Jika dicermati secara seksama, peristiwa sejarah munculnya Sumpah Pemuda merupakan produk bersama yang diciptakan oleh banyak orang dari berbagai suku, agama, dan aliran politik. Dari sudut pandang tersebut, Sumpah Pemuda memiliki relevansi dan signifikansi yang senyawa dengan semboyan dan lambang bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika "Kita berbeda-beda, namun kita satu : Indonesia."

Kita sebagai pemuda-pemudi Indonesia, sudah seharusnya yang telah mengamini peristiwa besar tersebut mengisinya dengan hal-hal yang baik dan positif sesuai ajaran agama, yang karakter khasnya bersifat rahmah li al-'alamin. Salah satu cara kerjanya adalah, membangun diri dan membangun bangsa dengan ajaran agama yang bersifat kasih-sayang, menebar kedamaian dan toleransi di bumi Indonesia yang multikultural. Suka atau tidak realitas Indonesia yang bermacam etnis, ras, dan agama ini merupakan sesuatu yang niscaya diterima, ia merupakan sunnatullah.

Agama mengajarkan kasih-sayang, dan etika kebangsaan yang luhur. Ajaran Islam sangat menitiktekankan kedamaian, saling kasih, saling sayang, tanpa membedakan etnis, ras dan agama. Hal ini senada dengan QS. al-Hujurat: 13. Esensi dari ayat tersebut kita tidak sekedar berkenalan dengan mengetahui nama dan no. HP saja, melainkan kita berinteraksi secara intens mengenal lebih dalam budaya, adat istiadat, karakter dan lain sebagainya. Tetap dengan mengedepankan kebaikan, dan kesalehan sosial.

Mari kita meneladani Rasulullah SAW. yang memiliki akhlaq yang sangat luhur. Pengutusan beliau tiada lain untuk rahmah li al-'alamin. Dalam Hadisnya kita diajarkan untuk saling menghormati sesama manusia, sebagaimana sabda Nabi:

?????????? ???????????? ?????????? ??????? ?????????????? ???? ????? ???????? ?????????? ???? ?????? ???????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??? ?????? ???????? ???????????? ??????? ??? ???????? ???????? ????? ????? ????????? ??????? ??????? ????????? ??????? ????? ??? ?????? ??????????? ????? ??????????? ????? ??????????? ????? ????????? ????? ?????????? ????? ???????? ????? ???????? ????? ???????? ?????? ???????????? ??????????? ??????? ??????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ????? ????? ?????? ????? ??????? ?????? ??????? ????? ????? ????? ?????? ????? ??????? ?????? ??????? ????? ????? ????? ????? ?????? ????? ??????? ?????? ??????? ????? ??????? ??????? ???? ??????? ?????????? ??????????? ??????????????? ????? ????? ??????? ????? ???? ????????????? ???? ??? ?????????? ?????????? ????? ??? ?????????? ????? ??? ?????????? ????? ??????????? ??????? ??????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ??????????? ?????????? ??????????

Artinya: Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan moyang kalian satu, ingat! Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang selain Arab dan bagi orang non-Arab atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan. Apa aku sudah menyampaikan?" mereka menjawab: Rasulullah SAW. telah menyampaikan. Rasulullah SAW. bersabda: "Hari apa ini?" mereka menjawab: Hari haram (mulia/suci). Rasulullah SAW. bersabda: "Bulan apa ini?" mereka menjawab: Bulan haram (mulia/suci). Rasulullah SAW. bersabda: "Tanah apa ini?" mereka menjawab: Tanah haram (mulia/suci). Rasulullah SAW. bersabda: " Allah mengharamkan darah dan harta kalian di antara kalian - aku (Abu Nadhrah) Berkata; Aku tidak tahu apakah beliau menyebut juga kehormatan atau tidak - seperti haramnya (mulia/suci) hari kalian ini, di bulan ini dan di tanah ini." Rasulullah SAW. bersabda: "Apa aku sudah menyampaikan?" mereka menjawab: Rasulullah SAW. telah menyampaikan. Rasulullah SAW. bersabda: "Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir."

Tulisan ini ditutup dengan mengutip al-Qur'an yang memiliki relevansi dengan momentum sumpah pemuda, yaitu:

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,” QS. Ali Imran: 103.

"Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya." QS. al-Maidah: 2.


Oleh: Fasjud Syukroni, Wartawan ICMI Media




 


Tags :





Detail side

Media Terpopuler