Posted on Kamis, 21 Mei 2015 01:25 WIB
Pemerintah Provinsi Aceh tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk menanggung 1800 pengungsi RohingyaJakarta, (ICMI Media) - Terkendala dengan ketiadaan dana APBD dalam membantu pengungsi Rohingya, masyarakat Aceh bergerak secara swadaya membantu dari dana masyarakat Aceh sendiri.
"Pemerintah Provinsi Aceh tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk menanggung 1800 pengungsi Rohingya dan Bangladesh," demikian dikatakan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah seperti dilaporkan Tribun pada Kamis (21/5)
Menurut Zaini, selama ini para pengungsi dibiayai melalui pendanaan masyarakat.
Gubernur Aceh ini mengatakan, jumlah uang yang terkumpul dari masyarakat dan berbagai lembaga swasta mencapai hampir Rp 1 miliar.
"Kondisi pengungsi di penampungan kini cukup memprihatinkan,sementara jumlah pengungsi terus bertambah," ujar Zaini.
Ia berharap pemerintah pusat bisa segera mengambil alih tanggungjawab untuk mengurus ribuan pengungsi yang hingga kini masih tersebar di sejumlah tempat di Propinsi Aceh.
"Jumlahnya sejak tanggal 10 Mei sampai dengan sekarang, bertambah banyak lagi. Tentu mereka yang datang kita tidak begitu saja mengusir mereka," katanya di Istana Wapres, Rabu (20/5).
Masalah pengungsi dari negara lain kata Gubernur Aceh adalah kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah provinsi Aceh hanya bisa membantu tenaga dan bantuan yang sifatnya darurat, oleh karena itu pihaknya tidak bisa mengeluarkan uang untuk membiayai hidup para pengungsi.
"Ini semua bukan dari APBD, ini semua dari masyarakat," katanya.
Saat ditanya berapa lama lagi pemerintah dan masyarakat Aceh mampu menampung para pengungsi, Zaini mengaku belum bisa menjawabnya.
Namun dirinya memastikan, meskipun kondisi para pengungsi memprihatinkan karena mayoritas terserang penyakit, namun pihaknya optimis bisa memenuhi seluruh kebutuhan pengungsi.
sumber: Tribunnews.