Posted on Jumat, 2 Okt 2015 03:48 WIB
dengan persetujuan dikibarkannya bendera Palestina merupakan kemajuan signifikan di tengah tekanan Israel terhadap Palestina
Jakarta, (ICMI Media) - Tokoh ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) menyambut baik peristiwa pengibaran bendera Palestina di Markas Besar PBB, New York, AS, pada Rabu lalu. Ucapan takbir, tasbih dan tahlil disuarakan dalam diskusi para tokoh tersebut.
"Alhamdulillah," ujar Anggota Presidium ICMI, Marwah Daud dalam diskusi itu. Tak ketinggalan pula, ucapan syukur itu disambut oleh anggota ICMI lainnya seperti Mukhlis Yusuf, Rifda Ammarina, Hadimulyo serta Ketua Presidium, Dr. Sugiharto pada Kamis (1/10).
Meski masih ada suara sumbang dari muslim Palestina sendiri soal berkibarnya simbol negara Palestina itu di PBB, Ketua ICMI Orsat New York, Imam Shamsi Ali meminta agar hal itu tak dijadikan pengecilan atas salah satu hasil perjuangan bangsa Palestina melalui jalur diplomatik tersebut.
"Harusnya umat Islam, khususnya saudara-saudara kita bisa menghargai setiap langkah sekecil apapun yang bernilai positif bagi Palestina. Sangat disayangkan, jika perjuangan diplomatik itu kemudian direndahkan hanya karena bukan kelompok (kita) yang melakukan," demikian Shamsi Ali menegaskan.
Menurut Shamsi Ali, pengibaran bendera Palestina di PBB itu adalah langkah besar.
"Ke dalam akan memberikan semangat, dan dampak ke luar akan membukakan mata bahwa Palestina adalah sebuah negara. Sebab selama ini, Palestina hanya dianggap impian semata," tambah Shamsi Ali.
DMI Ikut Sambut Positif
Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengapresiasi dan menyambut baik pengibaran bendera Negara Palestina di kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Rabu (1/10) kemarin.
Sekretaris Kominfo, Kerjasama Antar Lembaga dan Hubungan Luar Negeri PP DMI, Hery Sucipto, mengatakan, “Kami menyambut baik dan mengapresiasi upaya tersebut. Pengibaran ini sekaligus sebagai bentuk pengakuan atas eksistensi Negara Palestina, sejajar dengan negara-negara anggota PBB lainnya di markas PBB tersebut”.
Menurutnya, meski status Negara Palestina belum menjadi anggota penuh di PBB, namun dengan persetujuan dikibarkannya bendera Palestina merupakan kemajuan signifikan di tengah tekanan Israel terhadap Palestina serta negara-negara sekutunya yang terus mengekang dan menganaktirikan eksistensi Palestina, kata Hery Sucipto di Jakarta, Kamis (1/10) dalam keterangan Pers DMI.
“Sudah menjadi rahasia umum jika Israel dan negara-negara pendukung negeri Yahudi tersebut mencoba menghalang-halangi banyak negara untuk tidak mengakui dan mendukung Negara Palestina, baik posisinya sebagai anggota tidak tetap PBB maupun kemerdekaan Palestina,” paparnya. ***L/Mrj/IS/R1