Home / Media / Siaran Pers / Ustadz Yusuf Mansur Yang Dukung Lgbt Mungkin Gak Tahu

Ustadz Yusuf Mansur: Yang Dukung LGBT Mungkin Gak Tahu


Posted on Jumat, 10 Jul 2015 03:57 WIB


Ustadz Yusuf Mansur: Yang Dukung LGBT Mungkin Gak Tahu

Saya kira perkara yang dilarang Allah lalu kemudian ada yang melanggar, bisa jadi karena tidak tahu.

Jakarta, (ICMI Media) - Dai Kondang dan Anggota Dewan Pakar ICMI, Ustadz Yusuf Mansur, menanggapi dukungan atas keputusan Pemerintah Amerika Serikat beberapa waktu lalu yang telah melegalkan pernikahan sesama jenis (LGBT), dan efeknya di Indonesia munculnya sebagian pihak yang juga mendukung adanya pernikahan LGBT tersebut disebabkan tidak tahu, bahwa perbuatan itu adalah dosa.

"Saya kira perkara yang dilarang Allah lalu kemudian ada yang melanggar, bisa jadi karena tidak tahu. Itulah oportunity bagi yang mengerti untuk kasih tahu. Baik sangka aja, kita anggap yang mendukung itu tidak tahu," ujar Yusuf Mansur ditemui di Kampus Trisakti, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip oleh ICMI Media dari situs Kapanlagi.com pada Kamis malam (9/7).

Dalam hashtag yang ditampilkan pasca disahkannya pernikahan LGBT oleh MA Amerika, banyak yang menggunakan istilah love win (kemenangan cinta). Ustaz tersebut beranggapan tidak semua hal harus diakomodasi dengan dalih cinta dan HAM, dan ia memberi contoh kasus perselingkuhan.

"Kalau atas nama cinta, jadi misalnya begini kita sama-sama punya istri, terus ane suka istri ente, ente suka istri ane. Dalilnya atas nama cinta, boleh nggak? Nggak kan. Intinya harus ada aturan, kalau nggak ada aturan binatang namanya. Sedangkan binatang kan juga punya aturan," tandasnya.

Di antara orang-orang yang mendukung pernikahan sesama jenis tersebut juga berasal dari kalangan selebriti. Yusuf Mansur beranggapan jika sekedar ikut-ikutan, ia khawatir orang yang mendukung tersebut juga mendapat dosa yang sama padahal tidak melakukan.

"Tapi ada juga yang tahu tapi pengen membangkang. Kasih tahu soal adzab Allah. di sini diperlukan regulator, UU, proteksi dari pemerintah terhadap kerusakan moral. Nah, mereka bilang mendukung orang yang perilaku menyimpang itu sebagai bentuk kasih sayang. Temen-temen itu terbalik, terhadap yang mendukung bilang sayang, karena menjerumuskan," tuturnya. *** Awan/R1

Sumber: Kapanlagi.com
 


Tags :





Detail side

Media Terpopuler