Home / Media / Siaran Pers / Warga Inggris Minati Sistem Keuangan Syariah

?Warga Inggris Minati Sistem Keuangan Syariah


Posted on Senin, 11 Mei 2015 01:52 WIB



<div style=

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

" src="

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/v_template_3.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/inditest/icmi.id/application/views/v_template_3.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/inditest/icmi.id/application/controllers/Pages.php
Line: 146
Function: view

File: /home/inditest/icmi.id/index.php
Line: 292
Function: require_once

https://icmi.id/assets/img/content_image">

Bahkan, peminatnya juga datang dari kalangan non muslim yang tertarik dengan sistem keuangan syariah itu.

London, (ICMI Media) - Karena prinsip keadilan dan kepercayaan dalam sistem keuangan syariah, membuat banyak warga negara Inggris bergairah ikut dalam pengelolaan perbankan syariah. Bahkan, peminatnya juga datang dari kalangan non muslim yang tertarik dengan sistem keuangan syariah itu.

“Keuangan Islam menarik bagi mereka yang setuju dengan prinsip-prinsip yang mendasari pemerataan dan perdagangan yang adil,” kata Kepala Divisi Penjualan dan Pemasaran Ritel di Al Rayan Bank Tim Sinclair sebagaimana dilaporkan Senin (11/5) oleh Republika Online.

Selain itu, bank syariah dinilai jujur dan mementingkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Sinclair percaya operasional secara Islami dari sistem keuangan Islam adalah alasan utama di balik pertumbuhan sistem keuangan Islam diantara komunitas non-Muslim di Inggris.

Sistem tersebut diterapkan oleh Inggris sejak tiga dekade lalu. Adapun produknya di antaranya berbagai sistem keuangan Islam dari tabungan, investasi, hipotek dan kebijakan asuransi sampai pada  pinjaman berbasis syariah untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliahnya. 

Selanjutnya, dana yang dihimpun diinvestasikan pada komoditas yang relatif aman seperti properti atau logam. Tentunya yang sesuai dengan ajaran Islam. “Tidak untuk perjudian, alkohol, pornografi, senjata, tembakau atau kegiatan berbunga atau kegiatan spekulatif,” kata Sinclair.

Kepala Divisi Keuangan Islam di lembaga konsultasi dan akuntasi keuangan terbesar di dunia, Price Waterhouse & Coopers (PwC), Mohammad Khan menyebut alasan utama bank syariah menarik dilihat dari jaminan bahwa tak ada kekhawatirtan dari segi etis sistem.
“Jika Anda melihat pasar yang paling berkembang untuk produk berbasis syariah, itu Malaysia. Orang hanya berinvestasi di produk yang paling kompetitif,” jelasnya. (Awan)

Sumber: republika.co.id


Tags :





Detail side

Media Terpopuler