Zukifli Hasan Minta Freeport Patuhi Aturan yang Dibuat Pemerintah RI
Posted on Jumat, 24 Feb 2017 10:32 WIB
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua MPR RI yang juga Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Zulkifli Hasan meminta Freeport agar patuh pada aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia juga diharapkan tegas pada persoalan Freeport.
"Ini kan perusahaan sudah lama sekali. Kita punya undang-undang, kita minta Freeport patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mesti tegas (pemerintah). Dan (Freeport) harus terbuka, transparan disampaikan," kata Zulkifli Hasan usai makan malam bersama dengan peserta tanwir Muhammadiyah di Ambon, Maluku, Kamis (23/2/2017) malam.
Zulkifli meminta bukan hanya Freeport saja yang patuh pada aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah, namun semua perusahaan asing yang berada di Indonesia.
"Tidak ada hal lain, Indonesia punya aturan, harus diikuti. Kalau nggak, saya kira, pemerintah harus tegas. Kalau nggak (tegas), mau sampai kapan. Dan semua perusahaan harus patuh pada undang-undang yang berlaku," lanjutnya.
Dikutip dari laman Detik.com, sementara itu terkait Blok Masela di Maluku, Zulkifli berharap dapat memberikan manfaat besar, khususnya di bidang ekonomi.
"Dulu saya ke sini ada aspirasi agar di darat. Sudah disetujui presiden. Semoga bisa segera terlaksana dan bisa memberikan manfaat besar pada Maluku dan memberi efek pertumbuhan ekonomi yang signifikan," ujarnya.
Pemerintah telah menyodorkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kepada Freeport sebagai pengganti Kontrak Karya (KK). Jika tak mau menerima IUPK, Freeport tak bisa mengekspor konsentrat tembaga dan akhirnya saat ini kegiatan operasi dan produksi di Tambang Grasberg, Papua, sudah berhenti.
Freeport Indonesia dan pemerintah akan bernegosiasi untuk mencari jalan keluar. Ada waktu 6 bulan untuk bernegosiasi dan, bila waktu tersebut lewat, Freeport akan membawa masalah ini ke Arbitrase Internasional.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Akan tetapi, jika tidak ada titik temu, Jokowi akan segera mengambil sikap tegas.
"Ya nanti dilihat. Ini kan menteri masih memproses berunding dengan Freeport. Intinya itu saja kalau memang sulit musyawarah dan sulit diajak untuk berunding, saya akan bersikap," tegas Jokowi di GOR Popki, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/2). *** (T/CH)
Tags :