Zulkifli Hasan Ajak Umat Islam Berwirausaha demi Persatuan
Posted on Rabu, 28 Des 2016 10:48 WIB
Jakarta, (ICMI Media) - Mencari rezeki tak harus selalu bergantung dengan menjadi karyawan. Merintis bisnis sendiri pun punya potensi besar. Bahkan, menurut Ketua MPR RI yang juga Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Zulkifli Hasan, berwirausaha dapat memperkuat persatuan umat.
"Kalau umat Islam berwirausaha, maka bisa berbagi menolong saudara-saudaranya yang lain. Kalau umat Islam bersatu, maka bisa mandiri membangun ekonomi," ujar Zulkifli, Rabu (28/12/2016).
Zulkifli mengatakan hal itu saat membuka Musyawarah Nasional VI Syabab (pemuda) Hidayatullah 2016 di Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah, di Batam, Selasa (27/12/2016) kemarin.
Zulkifli juga meresmikan Kantor Pusat Hidayatullah, yang terbesar di kawasan Asia. Hadir dalam acara itu Sekretaris Kelompok DPD di MPR M Asri Anas; Ketua Umum DPP Hidayatullah, Nashirul Haq; Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah, Muhammad Naspi Arsyad; dan perwakilan Pemerintah Kota Batam.
Dalam pidatonya, Zulkifli berharap pemuda Hidayatullah melahirkan kader dan pemimpin bangsa sebagai wadah bagi kaderisasi dan kepemimpinan. "Insya Allah pemimpin nasional lahir dari Syabab Hidayatullah," kata Zulkifli.
Dikutip dari laman Detik.com, Ia menambahkan ada dua tantangan yang dihadapi pemuda saat ini. Pertama, mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi serta menguasai ekonomi. Jika pemuda tidak siap menghadapi tantangan itu, mereka bisa menjadi kuli di negeri sendiri dan di negeri orang.
"Seperti apa yang dikatakan Bung Karno, kita bisa menjadi kuli di negeri sendiri dan kuli di negeri orang," katanya.
Syabab Hidayatullah merupakan organisasi kepemudaan Islam nasional yang berfokus pada pembinaan dan pemberdayaan generasi muda dalam rangka menyiapkan kader muda yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan berskala lokal, nasional, regional, bahkan internasional. Organisasi ini otonom dari induknya yang bernama Hidayatullah. Ketua umum organisasi ini ditetapkan melalui Musyawarah Nasional (Munas) setiap 3 tahun sekali.*** (T/CH)
Tags :