Home / Media / Siaran Pers / Zulkifli Hasan Dilantik Jadi Ketua Alumni Menwa

Zulkifli Hasan Dilantik Jadi Ketua Alumni Menwa


Posted on Sabtu, 3 Des 2016 23:34 WIB


Zulkifli Hasan Dilantik Jadi Ketua Alumni Menwa

Jakarta, (ICMI Media) - Ketua MPR RI yang juga Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Zulkifli Hasan resmi menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) pasca-Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional IARMI 2016-2021 dan Rapat Kerja Nasional IARMI 2016 di Gedung Nusantara IV Kompleks Senayan, Sabtu (3/12/2016).

Sementara Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patriadidaulat sebagai Sekretaris Jenderal IARMI. Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa saat ini jumlah alumni Menwa mencapai sekitar dua juta orang yang tersebar di seluruh daerah. 

"IARMI siap menjadi kader bela negara, kami mengharapkan ada regulasi untuk membina dan melatih menwa," kata Zulkifli dalam siaran persnya.

 Zulkifli juga menegaskan bahwa IARMI juga siap menjadi pelopor untuk kembali ‘menghidupkan’ Pancasila.

Sebab katanya saat ini Pancasila hanya dihafal di luar kepala, tetapi tidak diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Akhir-akhir ini banyak orang di media sosial berdebat mengaku paling Pancasilais. Jangan-jangan yang mengaku itu juga tidak mengerti apa itu Pancasila. Sekarang Pancasila banyak dihafalkan di luar kepala, tapi tidak jadi sikap, tidak jadi perilaku,” cetus Zulkifli.

Selain Zulkifli dan Ariza Patria, sejumlah tokoh hadir dalam acara bertajuk "Meningkatkan Peran Alumni Menwa dalam Bela Negara Guna Menjaga Kedaulatan NKRI" ini.

Di antaranya Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Mantan Menteri Kehutanan MS Ka’ban, Mantan Ketua DPR Agung Laksono, dan anggota BPK RI Bahrullah Akbar. 

Dikutip dari laman Tribunnews.com, dalam sambutannya, JK mengungkapkan bahwa semua pihak harus mempersiapkan diri untuk bela negara, bukan hanya pada saat terjadi perang.

"Bela negara bukan hanya perang, tapi juga memajukan negeri ini dengan baik dan berkeadilan," kata JK. 


Secara spirit kata JK, warga bangsa harus mempersiapkan diri setidaknya dalam bentuk disiplin.

Lebih lanjut Wapres mengatakan, ke depan yang dihadapi berbeda bukan perang dalam arti orang banyak yang berperang melainkan memanfaatkan teknologi.

"Sekarang ini banyak negara tidak lagi ada wajib militer karena jauh profesional dan yang berperang tidak lagi orang tapi melainkan teknologi," katanya.

Dia mencontohkan seperti Korea Selatan, Singapura kemajuan negaranya didasari oleh disiplin saat wajib militer sedangkan Indonesia tidak mengenal adanya wajib militer tapi lebih resimen mahasiswa.

Wapres menceritakan sejarah resimen mahasiswa (menwa) di Indonesia dimulai saat Trikora dan Dwikora melalui sukarelawan-sukarelawan.

"Kita tidak punya undang-undang wajib militer maka jadi wajib latih sehingga berdirilah latihan seperti itu untuk bela negara, maka setelah itu dibentuk resimen mahasiswa dalam rangka menyiapkan generasi muda sebagai cikal bakal kalau terjadi perang atau bela negara," katanya. **** (T/CH)


Tags :





Detail side

Media Terpopuler