Posted on Minggu, 5 Mar 2017 07:56 WIB
Jakarta, (ICMI Media) - Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang juga Ketua MPR RI, DR (HC) Zulkifli Hasan menyesalkan kerusuhan yang terjadi saat rapat pleno perhitungan suara Pilkada di Sugapa, Intan Jaya, Papua beberapa waktu lalu. Hal ini mengingat kerusuhan tersebut telah mengakibatkan korban jiwa sebanyak tiga orang meninggal dunia dan 90 orang mengalami luka-luka. Zulkifli menilai, tidak seharusnya Pilkada mengorbankan persatuan dan kesatuan bangsa.
"Kita sesalkan, ada korban, nggak selayaknya Pilkada itu mengobankan persatuan, ini kan yang beradu kan saudara kita sendiri, kita kan bukan melawan Belanda, kita sama kita," kata Zulkifli usai acara pemantapan wawasan kebangsaaan di Gedung Srijaya, Surabaya, Jumat (3/3) malam.
Dikutip dari laman Republika.co.id, menurut Zulkifli, jika tidak puas dengan hasil Pilkada, masih ada cara lain yang bisa ditempuh tanpa harus menggunakan kekerasan. Yakni dengan mengajukan gugatan hasil Pilkada ke MK. Zulkifli menekankan, sejatinya Pilkada untuk mencari pemimpin yang terbaik bukan justru mengorbankan persatuan kesatuan, apalagi menghalalkan segala cara.
"Karena kadang-kadang itu menghalalkan segala cara. Kalau sekarang belum beruntung, kan ada MK, kalau kalah lago kan bisa maju lagi lima tahun lagi,, jadi jangan mengorbakan persatuan demi Pilkada," ujar Zulkifli.
Namun demikian, Ketua Umum PAN tersebut menilai pada prinsipnya penyelenggaraan Pilkada 101 daerah relatif berlangsung lancar dan damai. Menurutnya, kalau pun menghangat, hanya di beberapa daerah tertentu dan bisa segera diatasi.
Ia pun meminta situasi tersebut dijaga hingga proses Pilkada selesai yakni hingga pelantikan para pasangan calon.
"Tahun lalu 260an daerah nggak ada masalah. Nggak ada soal, nggak ada satu pun mati, nggak ada satu pun yang kebakar, nggak puas ke MK, selesaikan beres. Tahun ini juga harus begitu," ujar Zulkifli.
Ia juga berharap, dua kali diselenggarakan Pilkada langsung di Indonesia bisa menjadi pembelajaran demokrasi yang baik bagi bangsa Indonesia nantinya.
"Saya kira memang Pilkada ini memang agak hangat, tapi saya percaya ini proses pendewasaan, saya percaya bangsa Indonesia di belakang hari, besok, lusa dan seterusnya akan semakin dewasa dan semakin matang," katanya.*** (T/CH)