Posted on Rabu, 14 Sep 2022 00:43 WIB
Mohammad Jafar Hafsah yang populer dengan inisial MJH adalah salah satu tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang IPTEK, Agromaritim dan Lingkungan Hidup ICMI periode 2021-2026.
Sebelum menjabat sebagai Waketum, MJH merupakan Sekretaris Jenderal ICMI periode 2015-2020 yang memiliki visi besar untuk menjadikan ICMI sebagai rumah besar bagi seluruh kaum Cendekiawan Muslim di Indonesia serta menjadikan ICMI sebagai lembaga intelektual yang dijadikan rujukan bagi umat Islam Indonesia.
Tokoh ICMI yang lahir di Soppeng, Sulawesi Selatan pada tanggal 17 Februari 1949 ini menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota kelahirannya. MJH kemudian meraih gelar sarjananya di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin pada tahun 1975 dan gelar doktornya di IPB University bidang Keahilan Perencanaan Pembangunan Wilayah Pedesaan tahun 1989.
Semasa kuliah, MJH terpilih sebagai mahasiswa teladan dan aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian UNHAS, Dewan Mahasiswa UNHAS, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Dakwah Mahasiswa Islam.
Pada tahun 1976, MJH memutuskan berkarir sebagai PNS yang diawali sebagai Penyuluh Pertanian Spesialis (1976-1981). Kemapuan dan kepiawaiannya dalam menjalankan tugas telah menghantarkan MJH menjadi Kepala Pusat Pengembangan Usaha dan Hubungan Kelembagaan, Badan Agribisnis Departemen Pertanian (1994-1997). Pada umur 48 tahun, MJH telah mencapai jenjang karir puncak birokrasi yaitu Eselon 1 sebagai Sekretaris Badan Pengendali Bimas (1997-2000), kemudian menjadi Staff Ahli Menteri Pertanian Bidang Peragangan Kerjasama Internasional (2000-2001), Staff Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan dan Pengembangan Wilayah Pertanian (2001-2002), dan terakhir menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan (2002-2005).
Berbagai kursus penjenjangan telah diikuti MJH, antara lain LEMHANAS, SEPADYA, SESPANAS, dan lain-lainnya. MJH juga memperoleh berbagai penghargaan dari Pemerintah berupa Bintang Jasa Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun, Satya Lencana Karya 20 Tahun, Satya Lencana Wira Karya Pertanian, Pancawarsa 1 Pramuka dan Satya Lencana Pembangunan Pertanian/Koperasi. Dari pihak masyarakat, MJH memperoleh penghargaan sebagai Tokoh Nasional The Best Executive, International Human Right Golden Award, Lencana Adi Bhakti Tani Nelayan Utama, dan Man of The Year tahun 2004.
MJH juga aktif dan duduk sebagai pimpinan di berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Perhimpunan Manajemen Agribisnis Indonesia (PMAI), Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), Persatuan Insinyur Indonesua (PII), Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Surat Kabar Sinar Tani, Badan Pengembangan Kawasan Ekonomi Terpadu, Badan Benih Nasional (BBN), Komisi Perlindungan Tanaman Nasional (KPTN), Asosiasi Produsen Padi Nasional, Masyarakt Perbenihan dan Perbibitan Nasional, Dewan Jagung Nasional (DJN) dan Dewan Beras Nasional (DBN).
Pada tahun 2005, MJH pun memilih hijrah ke dunia politik setelah 8 tahun berada di posisi puncak birokrasi sebagai eselon I. Keputusan birokrat sejati tersebut tidaklah mudah, sebab melalui istikharah dan proses yang matang, MJH berketetapan hati menerima pinangan sebagai Ketua DPP Partai Demokrat periode 2005-2010. Pada Pemilihan Legislatif 2009, MHJ terpilih sebagai angota DPR RI. Kiprah MJH sebagai legislator dimulai dari Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI (2009-2010), selanjutnya menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR-RI (2010-2012), kemudian sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI (2012-2014).
Untuk senantiasa mengasah kemampuan akademik dan sebagai bentuk pengabdian akademik, MJH juga mengajar di berbagai Perguruan Tinggi, seperti IPB (Program Pasca Sarjana, Universitas Mercu Buana, Universitas Satya Gama, Universitas Borobudur, Universitas Kristen Indonesia dan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Pada Kamis, 17 Februari 2022, Universitas Negeri Makasaar (UNM) menyelenggarakan Pidato Pengukuhan MJH sebagai Guru Besar UNM Bidang Agribisnis Pangan.
Di tengah semua kesibukannya, MHJ juga aktif menulis di berbagai media cetak, menulis buku teks, pembicara dalam berbagai seminar serta sebagai narasumber, bahkan menjadi presenter di beberapa media televisi. Salah satu buku terbarunya yaitu “NKRI Harga Mati” yang telah diapresiasi oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Tak hanya itu, MJH ternyata memiliki bakat sebagai seorang puitis, tercatat beberapa karya puisinya yang telah diluncurkan antara lain: Puisi Hati Seorang Birokrat I (Sinar Harapan, 2003), Puisi Hati Sang Birokrat II (Sinar Harapan, 2004), Dawai Cinta (Sinar Harapan, 2004), Percikan Kehidupan (Sinar Harapan, 2004), Semilir Cinta (Sinar Harapan, 2004), Bisikan Hati (Sinar Harapan, 2004), Fatamorgana (Sinar Harapan, 2005), dan Senandung Alam, (Sinar Harapan, 2011).