Posted on Rabu, 13 Jul 2022 12:44 WIB
Mohammad Najib adalah Wakil Ketua Umum ICMI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan periode 2021-2026. Sejak masa sekolah, Moh. Najib telah aktif di berbagai organisasi intra maupun ekstra kampus, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Pengalaman Moh. Najib dalam ICMI telah dimulai sejak pendirian ICMI Organisasi Satuan Bandung Timur pada tahun 1990. Ia kemudian bertugas sebagai Wakil Sekretaris ICMI Orwil Jawa Barat selama dua periode. Selanjutnya, Moh. Najib diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Ketua ICMI Orwil Jawa Barat sejak tahun 2011.
Dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai Ketua ICMI Orwil Jawa Barat, Moh. Najib berfokus untuk mengembangkan dan mewujudkan masyarakat madani yang beradab dengan dilandasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia juga menata dan memaksimalkan fungsi ICMI sehingga keberadaan ICMI semakin dirasakan oleh masyarakat. Moh. Najib meyakini bahwa ICMI dapat menjadi pemecah berbagai permasalahan bangsa, baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun sosial. Cara yang dilakukannya untuk meningkatkan sumber-sumber ekonomi keumatan yaitu dengan menghidupkan dan meningkatkan usaha kecil dan menengah di Jawa Barat.
Selanjutnya, sebagai Wakil Ketua Umum ICMI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan periode 2021-2026, Moh. Najib menginisiasikan diskusi mengenai Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Ia mendorong adanya sosialisasi mengenai RUU Sisdiknas. Menurutnya, terlepas dari pro dan kontra, RUU Sisdiknas berkaitan erat dengan hajat hidup orang banyak, kebutuhan masyarakat Indonesia, dan menyangkut sektor yang strategis yang berorientasi jangka panjang.
Hal tersebut, bagi Moh. Najib, disebabkan oleh perjalanan situasi dan perkembangan zaman, khususnya semakin berkembangnya digitalisasi dalam berbagai bidang dan adanya disrupsi yang disebabkan oleh pandemi COVID-19. Di sini lah pentingnya perbaikan UU Sistem Pendidikan. Menurutnya juga, pendidikan adalah suatu amanat dari tujuan berdirinya negara Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Fokus Moh. Najib dalam bidang pendidikan tersebut juga tercermin dari pengalamannya dalam dunia akademik. Sebagai Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD), Moh. Najib mendorong kampusnya tersebut menjadi pusat pemencahan masalah-masalah berat (problem solving) yang dihadapi masyarakat, negara, bangsa, dan bahkan dunia internasional. Buah pemikiran Moh. Najib tersebut turut diiringi dengan obsesinya untuk mengembalikan UIN SGD pada tujuan pendirian IAIN, yaitu meng-ulama-kan sarjana dan men-sarjana-kan ulama. Moh. Najib juga mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan UIN SGD sebagai pusat perwujudan Tridarma Perguruan Tinggi tercanggih di Indonesia dan dunia.