Home / Opini Dan Tokoh / Opini / Sejarah Himne Icmi

Sejarah Himne ICMI


Posted on Minggu, 24 Des 2023 03:08 WIB


Sejarah Himne ICMI

Saya beruntung, entah mengapa pagi ini, setelah membuka HP dan masuk ke WAG ICMI Orda Boteng, Cibinong. Terdapat syair lagu "Himne ICMI" yang dibagikan oleh seseorang bernama Heru--syukron Mas Heru--Anda telah memancing emosi dan memori saya untuk menulis tentang sejarah dan latar belakang lahirnya Himne Ormas Islam berbasis kaum cerdik-pandai (intelektual, cendekiawan) muslim terbesar negeri saat ini. 

Alhamdulillah, Himne ICMI selalu bergema di setiap pembukaan acara seremonial atau di berbagai event besar ICMI seperti Muktamar, Silaknas, Rakornas, Muswil, Musda, Musorsat, dan lain-lain sejak tahun 1992 hingga kini.

Himne ICMI adalah buah karya aktivis ICMI Orwilsus Bogor tahun 1992. Penggubah syair dan liriknya adalah Rudy Achmad Fachruddin Fattah, yang nama akrabnya sering disingkat Rudy Fattah. Kang Rudy yang telah berjasa menciptakan lagu Hymne ICMI, alhamdulilah telah diberikan sertikat penghargaan dari Ketum MPP ICMI dan dana beasiswa untuk melanjut studi pada program Pascasarjana.

Yang menulis lirik lagu originalnya adalah kang Rudy Fattah dan kemudian didiskusikan oleh kelompok kecil Panitia Silaknas ICMI pertama, di antarannya abang Drh. A Gani Siregar (Sektetaris ICMI Orwilsus Bogor), Kang H. Abidin Said (Bendahara), Bang Hasanul Atta (Koodinstor acara Silaknas), Uda Drs H.Sutan Ramelius (Koordinator Seni Budaya) dan saya AA (Wasek MPW ICMI Orwilsus Bogor)--didiskusikan dan urun-rembugnya dipimpin oleh Prof. H. Sjafri Mangkuprawira yang penuh semangat. Kemudian, setelah lirik lagu yang akan dijadikan Himne ICMI, dilaporkan dan dibawa ke Ketum MPP ICMI Bapak Prof. BJ Habibie, di rumahnya di komplek Patrajasa Kuningan Jakarta Pusat untuk direstui. Ternyata Bapak Habibie sungguh antusias, merasa senang, kemudian membaca dan menyimak konten Himne tersebut secara seksama, sambil memberikan koreksi beberapa kata dalam lirik lagu, dan memberikan catatan penting. Selanjutnya, dan akhirnya saran, koreksi dan catatan dari Bapak BJ Habibie diakomodasi  "Pokja" panitia Silaknas ICMI pertama. Simpulannya bahwa sebagian karya lirik Himne ICMI tersebut, editor dan konributornya adalah Bapak Prof. BJ Habibie, Presiden RI ketiga, yang sukses menyelamatkan NKRI di era transisi demokrasi dari Orba ke Orde Reformasi tahun 1998-2021.

Himne ICMI tersebut diperdengarkan untuk pertama kali di forum Silaturrahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI di Bogor. Tempat pembukaannya di Grha Widya IPB, Kampus IPB Darmaga, dan persidangannya di salah satu hotel di kawasan Puncak Bogor.

Pencipta lagu resmi ormas ICMI ini adalah Rudy AF Fattah, berprofesi sebagai guru kesenian SMA Bina Bangsa Sejahtera (BBS) Bogor, dan beliau juga salah seorang pengurus ICMI Orwilsus Bogor periode 1991-1996.

Saya tahu, di antara aktivis ICMI Orwilsus Bogor yg menginisiasi dan penggagas lahirnya Himne ICMI tersebut adalah (Alm) Prof. Sjafri Mangkuprawira, dosen IPB yang juga Ketua LPPM IPB dan Ketua MD Kahmi Bogor. (Alm) Pak Sjafri adalah pendiri ICMI di Malang tahun 1990 bersama saya AA. Pada Maret 1991, beliau baru terpilih menjadi Ketua ICMI Orwilsus Bogor pertama di Balai Kota Bogor, yang dilantik oleh Ketua Umum MPP ICMI Bapak Prof. BJ Habibie yang telah memberikan status wilayah  khusus untuk Bogor. Argumentasi kekhususan itu, yang sempat saya catat dan ingat dalam memori saya, antara lain adalah: (1) besar dan padatnya SDM yang terdudik dan terpelajar yang bergelar akademik tertinggi seperti profesor dan doktor bermukim di Bogor karena daerah ini begitu banyak Balai Riset, khususnya pertanian warisan kolonial Belanda dan IPB sebagai Exellent University dI Bogor, belakangan memang terbukti ICMI Orwilsus Bogor memiki kinerja yang cukup baik dan bisa berkontribusi ke ICMI level nasional dengan karya-karya inovasinya, antara lain lahirnya Himne ICMI, (2) Daerah Bogor sebagai daerah penyangga (buffer zone) DKI Jakarta yang kaya potensi.dan kompleksitas permasalahan ipoleksosbudhankam yang mewarnai kehidupan umat, rakyat, bangsa dan negara yang harus dikembangkan potensinya, serta dipecahkan permasalahannya oleh kaum intelektual, dan (3) AD dan ART menegaskan bahwa daerah dan atau kewilayahan khusus bisa dibentuk dan berdirinya ICMI. 


Almarhum Bapak Prof. BJ Habibie, selaku Ketum MPP ICMI, sempat berkata dalam sambutan pengukuhan Kepengurusan MPW ICMI Khusus Bogor, pada tanggal 23 Maret 1991, 3 bulan setelah ICMI di Malang. Beliau berkata dengan bersemangat, antara lain--yang sempat saya kutip dan mssih ingat dalam memori saya--bahwa Bogor ini layak menjadi Wilayah Khusus ICMI karena faktor SDM-nya. "Bogor ini, jika dijatuhkan sebuah batu dari langit, peluang terbesar batu itu akan menimpa kepala Doktor dan Profesor". Statement bersejarah tersebut diberikan applause, tepuk tangan oleh segenap hadirin di ruang sidang gedung DPRD Kota Bogor, Jln. Kapten Muslihat, Kota Bogor.

Jadi, kesimpulannya adalah bahwa Orwil Khusus ICMI Bogor ini adalah salah satu karya monumental, warisan dan wasiat Bapak BJ Habibie yang harus kita rawat keberadaannya.

Saya tahu betul pergulatan pemikiran di forum Muktamar ICMI pertama di Malang Desember 1990, yang digagas oleh abang Dr. Imaduddin A Rahim--dosen ITB, Tokoh mujahid Dakwah Masjid Salman ITB--bahwa ICMI itu lahir tidak bersandar pada pola pikir (mindset) konvensional administratif pemerintahan, format organisasi, dan/atau pendekatan topdown, komando-militeristik. ICMI adalah organisasi yang mewadahi para pemikir (ilmuwan dan pakar) cerdas, bebas (independent) yang peduli kepada nasib umat Islam, rakyat, dan perjalanan masyarakat bangsa dan NKRI yang madani. ICMI lahirnya diberitakan dengan atribut-atribut yang khas, non-konvensional, ada terobosan dan inovasi. 

Pemikiran ini yang melahirkan terbentukmya Orwil, Orda dan Orsat-orsat di beberapa negara di luar negeri hingga sekarang. Belakangan ini, Ketum MPP ICMI Prof. Arif Satria mengukuhkan MPW Orwil Jepang, dll. Walaupun tarikan mindset birokrasi, topdown dan sistem komando bergaya militeristik tidak terelakan belakangan ini. Misalnya dalam bekerja organisas, ICMI menempatkan posisi Ketum-nya ICMI yang berkuasa dan berwenang penuh (full power and authority) seperti gaya kepimpinan parpol di Indonesia saat ini. Padahal di era atau periode pertama MPP ICMI dibawa kepemimpinan formatnya struktur organisasi berbentuk matriks, bukan struktur dan hirarki komando. Struktur matrik nampaknya sesuai dengan watak cendekiawan muslim, sehingga dampaknya sangat positif banyak menciptakan karya inivasi di era kepempinan Bapak Prof. BJ Habibie. Maaf saya sedikit mengkritisi performance, fostur, dan gaya kerja berorganisasi di semua level ICMI saat ini. Maksud saya, agar kita jangan lupa dengan sejarah, apa dan mengapa ICMI itu lahir. 

Kembali cerita lahirnya Hymne ICMI.

Saya menyaksikan sbg anggota OC Silaknas pertama ICMI ke-2 di Bogor, begitu gigihnya seorang senior panutan saya Prof. H. Sjafri untuk memberikan yang terbaik dan bekerja profesional untuk ICMI secara nasional. Nampaknya, sosok dan figur seorang Sjafri ini, jika mendapat tugas dan mandat, beliau bertekad menghasilkan yang sempurna (perfectionist). Saya kenal betul, bagaimana semangat bekerja dengan pola manajerial dan kepemimpinan yang terbaik. (Alm) Sjafri adalah guru dan mentor saya, yang tak pernah saya lupakan. Al Fatihah, untuk almarhum, insya Allah arwahnya berbahagia di alam sana, Amiin YRA.

Orang-orang yang mengitari dan mendampingi Ketua ICMI Orwilsus Bogor waktu itu, di antaranya (alm) abangku Drs. Hasanul Atta, wong Kito Galo, Sumsel. Beliau adalah Kepsek SMA BBS, binaan ICMI Orwilsus Bogor yang dirintis oleh senior ICMI (Alm) Prof. Hidayat Syarif. Sekarang Kepemimpinan Yayasan BBS, BH penyelenggara SMA BBS dilanjutkan Kakanda Prof. Asep Saefudin, Rektor UIA Jakarta, mantan Ketum HMI Cabang Bogor 1979-1980, dan juga anggota Dewan Pakar ICMI di Orwil Bogor dan Komisi Pembangunan di MPP ICMI nasional.

Abang Hasanul Atta, seorang guru ,sosok pendidik yang berdedikasi tinggi dalam memajukan peningkatan SDM dikdasmen di daerah Bogor, dan kebetulan waktu ini beliau diberi tugas sebagai Koordinator Acara merangkap pengatur acara (MC) pembukaan, penutupan dan pengaturan persidangan Silaknas ICMI pertama. Abang Hasanul inilah orangnya yang memfasilitasi dan mengakselerasi terciptanya Himne ICMI. Beliau melibatkan siswa-siswi SMA BBS, kelompok paduan suaranya untuk berlatih dan kemudian tampil di acara pembukaan Silaknas ICMI pertama di kampus IPB Darmsga Bogor. Kang Rudy Fatah sebagai guru kesenian SMA BBS dengan organ tunggalnya melatih adik-adik siswa-siswi SMA BBS tersebut. Alhamdulillah sukses penampilan perdana, dan mengejutkan (surprise, amazing) peserta Silaknas, dan khususnya para petinggi ICMI yang hadir waktu itu, suasana penuh riang gembira dan haru. Saya lihat dan tatap wajah pak Sjafri waktu itu, matanya "berkaca-kaca" merasakan terharu, hati senang, berbahagia dan bersyukur bahwa ICMI Bogor alhamdulillah telah bisa berkontribusi untuk membesarkan ICMI secara nasional, dengan Hymne ICMI marwah dan identitas ICMI terbangun dengan baik.

Mari itu, doakan kedua aktivis ICMI yang telah tiada, yakni almarhum Bapaj Sjafri dan Abang Hasanul. Semoga Allah SWT menempatkan di syurga-Nya Allah SWT, Aamiin YRA.

Al Fatihah.

Semoga narasi singkat ini bermanfaat. "Jasmerah" kata Bung Karno, jangan lupakan sejarah. Jika bangsa ini ingin menjadi besar (digdaya, istilah mas Prof. Arif Satria, Rektor IPB University, yang kini sedang berjuang menjadikan IPB Digdaya). Insya Allah ICMI berjaya di bawah kepemimpinan adindaku Arif Satria. Seperti salah satu lirik Himne ICMI: "jayalah ICMI kita".

Syukron barakallah.

Wassalam.*

 

 



(*Dr. Ir. H. Apendi Arsyad. M.Si (AA): Salah Seorang Pendiri ICMI di Malang tahun 1990, Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Mantan Kortimses Prof. ASA for ICMI One tahun 2021, Konsultan, Pegiat dan Psngamat Sosial)


Tags : Budaya ICMI ICMI Pusat Opini




Sejarah Himne ICMI
Sejarah Himne ICMI

Minggu, 24 Des 2023
Pertanian Hijau:
Pertanian Hijau: "No Evidence, Hoax" oleh Aceng Hidayat
Secara umum, praktik pertanian belum menerapkan ekonomi hijau. Perguruan tinggi pertanian dapat memelopori pengembangan pertanian hijau, dan punya bukti empiris untuk ini.
Rabu, 21 Sep 2022

Detail side

Opini dan Tokoh Terpopuler
Sejarah Himne ICMI Sejarah Himne ICMI
Catatan ICMI - Minggu, 24 Des 2023
Pemimpin Perubahan oleh Arif Satria Pemimpin Perubahan oleh Arif Satria
tokoh - Selasa, 4 Apr 2023
Ilham Akbar Habibie Ilham Akbar Habibie
Toko ICMI - Rabu, 25 Jan 2023
Jimly Asshiddiqie Jimly Asshiddiqie
Toko ICMI - Rabu, 25 Jan 2023
Riri Fitri Sari Riri Fitri Sari
Toko ICMI - Rabu, 25 Jan 2023
Priyo Budi Santoso Priyo Budi Santoso
Toko ICMI - Rabu, 25 Jan 2023
Andi Anzhar Cakra Wijaya Andi Anzhar Cakra Wijaya
Toko ICMI - Rabu, 25 Jan 2023