Home / Opini Dan Tokoh / Opini / Sebuah Harapan Untuk Pemuda Icmi 2022 Oleh Apendi Arsyad

Sebuah Harapan untuk Pemuda ICMI 2022 oleh Apendi Arsyad


Posted on Rabu, 21 Sep 2022 17:10 WIB


Sebuah Harapan untuk Pemuda ICMI 2022 oleh Apendi Arsyad

Selamat dan sukses buat kelahiran Pemuda ICMI, yang merupakan metamorfosis dari batom ICMI, Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) ICMI.

Semoga bahasa dan ungkapan "nyeleneh" dengan istilah Masih Kah? Ada eksistensinya? Tidak muncul lagi ke permukaan.

Hal ini sebagai akibat implementasi program dan kegiatannya MASIKA  "nggak begitu tampak", terutama dalam hal produk-produk pemikiran dan kaderisasi di internal ICMI.

Dengan lahirnya Pemuda ICMI, pertanyaan "Masih Kah"? dengan pelan dan pasti, insyaAllah akan hilang.

Harapannya ke depan, Pemuda ICMI bisa berperan dan berfungsi mewadahi potensi kreativitas dan inovasi kaum Intelektual belia di kalangan kaum muslimin Indonesia, insyaAllah bisa berkembang maju, dan memperkuat proses regenerasi kepemimpinan di ICMI pada semua level: MPP, MPW, MPD, MPS dan Batom-batom.

Pemuda ICMI kita jadikan sebagai sumber kader dan stok calon pemimpin yg terus mekar dan berkembang. Mereka para aktivis Pemuda ICMI adalah anak kandung ICMI, dan hendaknya ICMI ke depan tidak lagi banyak penghuni yang bersifat "indekost" tetapi mereka para aktivis ICMI adalah rumahnya sendiri (owner and user) sebagai wadah dan alat perjuangan.memajukan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Alhamdulillah Muktamar ke-7 tahun 2021 di Bandung telah melahirkan kepemimpinan muda (millenial), dengan terpilihnya mas Prof. Dr. Arif Satria SP., M.Si menjadi Ketua Umum ICMI Pusat. Ini pertanda proses regenerasi di ICMI tengah berlangsung, dimana generasi pendiri ICMI, di antara seperti saya AA tidak lagi berada pada posisi eksekutif, cukup sebagai Dewan Penasihat ICMI saja.

Dengan kepemimpinan muda, ICMI akan sukses menjalani fungsi inspiratif dan transformatif, yang kini tengah diperjuangkan MPP ICMI saat ini.

Menurut saya berhasil atau gagalnya misi "inspiratif dan transformatif" sangat tergantung pada akselerasi regenerasi kepemimpinan ICMI pada semua lini, jika ICMI diharapkan bisa bermanfaat bagi ummat Islam, rakyat, bangsa dan NKRI.

Dalam era digital saat ini, di mana pesatnya kemajuan ITC, terjadinya climate change, dampak pandemi COVID-19 dan krisis lingkungan dengan ancaman kelangkaan pangan dan energi global, maka mau tidak mau atau suka tidak suka, kaum muda sdh saatnya tampil ke arena publik untuk memimpin masyarakat negeri ini, Indonesia.

ICMI sesuai Khittah dan Wawasan Pengabdian jangan sampai "alfa" (absen) merespon proses perubahan yg penuh ketidakpastian (disrupsi) yang tengah terjadi dalam kehidupan manusia, termasuk masyarakat Indonesia. Kehhidupan dunia dalam semua aspek berubah. Hal ini menuntut proses adaptasi yang cepat, tepat dan cerdas.

Kecepatan adaptasi tersebut ada pada kaum muda, atau istilah lainnya Pemuda. Dan kita paham bahwa pemuda adalah agen perubahan dan agen pembangunan atas keberaniannya berinisiatif dan kepeloporan dalam berkreatifitas dan berinovasi dalam menghadapi hambatan, ancaman, tantangan dan peluang di lingkungan masyarakat bangsa dan negara.

Apalagi untuk situasi negara saat ini, yang berada dalam situasi "krisis". Utang negara semakin membesar, lemah penegakkan hukum, korupsi masih merajalela, angka kemiskinan semakin bertambah, ketimpangan sosial menganga, perampokan sumberdaya alam dan jasling oleh para oligarki semakin kuat, proses demokrasi dalam pengabilan keputusan kebijakan publik tidak memakai akal sehat (sains dan imtaq)--yang bekerja mesin kapitalisme, demoralisasi kehidupan sosial terjadi pada sejumlah aspek dan lini organisasi, kepemimpinan nasional dan daerah yang sangat lemah pro dan antek oligarki, etc.

Dengan kompleksitas permasalahan bangsa dan negara ini, maka sudah waktunya tampil kaum intelektual muda lebih menonjol untuk fokus dan konsen pada agenda-agenda penyelesaian (solusi) yang urgen dalam upaya penyelamatan bangsa dan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Semoga kelahiran Pemuda ICMI thn 2022, bisa memenuhi harapan itu.


Selamat dan sukses.
Semoga Allah SWT meridhoi segala usaha kita. Yakusa, jayalah ICMI kita.
Syukron, barakallah Aamiin-3 YRA.

Mamuju City, Sulbar (*).

 

 

*Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, M.Si. (Pendiri Masika ICMI tahun 1993 dan Ketua Masika ICMI Orwilsus Bogor 1998-2003; Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor dan Wasek, Wankar ICMI Pusat 2021-2026; Dosen; Konsultan; Pegiat dan Pengamat Sosial)


Tags : Cendekiawan Muslim ICMI ICMI Pusat Kebangsaan Kegiatan ICMI Keumatan Opini Tujuan ICMI




Sejarah Himne ICMI
Sejarah Himne ICMI

Minggu, 24 Des 2023
Pertanian Hijau:
Pertanian Hijau: "No Evidence, Hoax" oleh Aceng Hidayat
Secara umum, praktik pertanian belum menerapkan ekonomi hijau. Perguruan tinggi pertanian dapat memelopori pengembangan pertanian hijau, dan punya bukti empiris untuk ini.
Rabu, 21 Sep 2022

Detail side

Opini dan Tokoh Terpopuler
Sejarah Himne ICMI Sejarah Himne ICMI
Catatan ICMI - Minggu, 24 Des 2023
Pemimpin Perubahan oleh Arif Satria Pemimpin Perubahan oleh Arif Satria
tokoh - Selasa, 4 Apr 2023
Ilham Akbar Habibie Ilham Akbar Habibie
Toko ICMI - Rabu, 25 Jan 2023
Jimly Asshiddiqie Jimly Asshiddiqie
Toko ICMI - Rabu, 25 Jan 2023
Riri Fitri Sari Riri Fitri Sari
Toko ICMI - Rabu, 25 Jan 2023
Priyo Budi Santoso Priyo Budi Santoso
Toko ICMI - Rabu, 25 Jan 2023
Andi Anzhar Cakra Wijaya Andi Anzhar Cakra Wijaya
Toko ICMI - Rabu, 25 Jan 2023