Posted on Jumat, 7 Jan 2022 18:27 WIB
Haru menyeruak di dalam hati
Ketika membaur di muktamar ICMI
Di tengah peserta dari tiap penjuru negeri
Berwajah ceria semangat tinggi
Berkumpul sambil berdiskusi
Tawa riang silaturrahmi
Satu tekad di dalam hati
Ingin berbakti kepada negeri
Tidak ada suara yang mengeras
Tidak ada wajah bermuka panas
Semua santun lambangkan ikhlas
Senyum terukir balas membalas
Walau hari dah larut malam
Semangat tak surut kantuk dipendam
Tetap bertahan di ruang pertemuan
Walau hanya sekedar diam
Sebagai pertanda kecintaan
Kepada ICMI dan juga watan
Tidaklah ku tahu yang mereka pendam
Di hati semua yang sedang diam
Dari gerak dan raut wajahnya aku paham
Mereka rindukan perubahan
Satukan kata dengan perbuatan
Kokohkan cinta dalam persatuan
Negeri menunggu sentuhan tangan
Dari ICMI kumpulannya cendekiawan
Janganlah menjadi menara gading
Tempat bertahta tak ada taring
Sibuk memandang alam keliling
Hanya melihat dan mengerling
Malas beringsut takut pusing
ICMI disebut di simpang jalan
Ada ke kiri ada ke kanan
Yang lurus juga ada di depan
Tergantung kemana dijatuhkan pilihan
Tapi simpanlah dalam ingatan
ICMI bukan sekedar cendekiawan
Kata MUSLIM INDONESIA yang disermatkan
Menjadi pesan utama untuk ditegakkan
ICMI adalah miliknya watan
Fikiran dan baktinya harus dicurahkan
Untuk umat dan bangsa sebagai kesatuan
Jangan dipisahkan sampai ke ujung zaman
Tidak berbelok kiri dan kanan
Tidak memisah atas bawahan
Berjalan lurus terus ke depan
Ikutlah khittah yang telah digariskan
Seraplah aspirasi dari bawah
Masyarakat kecil yang banyak susah
Teruskan itu kepada yang sedang memerintah
Pucuk negeri yang terkadang lengah
Jadilah ICMI Kelas Menengah
Yang berdiri di tengah-tengah
Empati dirawat untuk yang susah
Bijaksana bertutur dengan pemerintah
Bumi Riau, 7 Desember 2021