Posted on Minggu, 19 Mar 2023 17:56 WIB
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) memotivasi Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten untuk membangun Ketahanan Keluarga menghadapi era digital saat ini. Derasnya perubahan teknologi informasi dalam berbagai bentuknya saat ini harus disikapi dengan memperkuat basis ketahanan keluarga. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum ICMI, Profesor Riri Fitri Sari pada acara Seminar Nasional Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelegence yang diselenggarakan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten (9/3).
Riri menjelaskan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegent) telah menjadi suatu keniscayaan sebagaimana penggunaan kalkulator di masa lalu. Teknologi ini akan merevolusi cara bekerja dan cara hidup manusia saat ini menjadi lebih cepat, lebih efisien, dan lebih berpengetahuan. Hal ini akan merubah cara hidup manusia, termasuk dalam interaksi sosial dan bermasyarakat.
Lebih lanjut Riri menegaskan bahwa teknologi informasi merupakan alat yang harus dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia, dan dalam konteks nasional, perubahan teknologi ini haruslah lebih meningkatkan kesejahteraan hidup manusia Indonesia. Riri mengingatkan agar mahasiswa mampu menjadi inovator dan kreator dalam perubahan teknologi, tidak hanya menjadi penonton dan pemanfaat teknologi saja.
Pada era Artificial Intelegence (AI) ini, ketergantungan masyarakat terhadap teknologi akan semakin meningkat. Privasi dan keamanan data menjadi sebuah tantangan, demikian pula halnya dengan ketergantungan yang semakin tinggi terhadap teknologi yang bersumber dari negara-negara yang memiliki kemampuan teknologi lebih maju. Riri menekankan perlunya masyarakat, khususnya umat Islam menjawab tantangan kemajuan teknologi dengan benteng etika dan moralitas.
Perubahan perilaku yang dapat terjadi pada era AI tersebut dapat berbentuk bergesernya nilai kesopanan antara orang tua dengan anak, berkurangnya kebersamaan di dalam keluarga, meningkatnya gangguan psikologis, termasuk di dalamnya perilaku menyimpang. Riri mengingatkan hal-hal tersebut harus didasari oleh generasi muda dan khususnya mahasiswa.
Pada kesempatan yang sama, Hanifah Husein, Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pelatihan Perempuan ICMI menekankan pentingnya edukasi parenting kepada orang tua, termasuk kepada mahasiswa. Pada acara “ICMI Goes to Campus” tersebut, Hanifah mengutarakan bahwa kesadaran orang tua terhadap situasi yang dihadapi generasi muda saat ini sangat berbeda dengan pengalaman orang tua saat muda dahulu. Komunikasi yang berkualitas antara orang tua dan anak diperlukan untuk mencegah pengaruh negatif dari media sosial yang dapat mengubah perilaku keseharian anak.
Acara “ICMI Goes to Campus” untuk mendorong ketahanan keluarga ini merupakan salah satu program ICMI untuk membangun ketahanan keluarga melalui diskusi dan kunjungan langsung ke kampus-kampus. Kegiatan ini diikuti oleh 150 audiens yang terdiri dari mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.***
---
Narahubung ICMI: Sibawahi (0812-8139-958)