Posted on Jumat, 10 Mei 2019 11:45 WIB
Jakarta - Konstalasi pemilu 2019 seakan menjadi sekat sesama anak bangsa. Perpecahan dan permusuhan menjadi momok selama berlangsungnya proses penghitungan suara Pilpres dari KPU.
Melihat maraknya isu-isu yang mengemuka di media sosial, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengajak semua pihak yang berkaitan dengan Pilpres 2019 untuk bersama-sama menenggang rasa demi persatuan dan persaudaraan.
“Mari kita menenggang rasa, karena dalam komunikasi publik sekarang ini isinya kebencian, permusuhan semua,” kata Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie di Jakarta, Kamis (9/5).
Jimly mengatakan, siapapun yang menang pada kontestasi Pilpres 2019 ini, itulah Presiden untuk seluruh masyarakat Indonesia. Kata Jimly, yang terpenting saat ini adalah sama-sama menjaga kerukunan dan keutuhan, sehingga tidak boleh dibiarkan potensi perpecahan terjadi.
Selain itu, Jimly menjelaskan, terkait rencana people power dari salah satu kubu harus melihat pada aspek kebebasan berpendapat di muka umum. Jangan sampai kebebasan tersebut disalahgunakan.
“Jangan kebebasan disalahgunakan menimbulkan perpecahan. Sambil kebebasan pun disalahgunakan menyebabkan kesenjangan. Nah, ini dua hal yang saya rasa perlu sama-sama kita jaga,” jelas Jimly.
Jimly juga berharap, semua pihak, baik KPU, Bawaslu maupun Mahkamah Konstitusi (MK), masing-masing mengambil peran sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. (*)