Posted on Selasa, 6 Sep 2022 12:53 WIB
Bogor--Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) berkerjasama dengan IPB University untuk meresmikan Sekolah Pemerintahan Desa (SPD) pada hari Sabtu (03/09) di Aula Andi Hakim Nasution (AHN), IPB University.
Peresmian tersebut merupakan bagian dari Simposium Nasional Desa yang Bertajuk "Dari Desa Menuju Indonesia Emas 2045".
Turut hadir dalam acara tersebut yaitu beberbagai tokoh dan praktisi lintas kelembagaan nasional seperti Dr. Yusharto Huntoyungo (Dirjen Bina Pemerintahan Desa – Kemendagri RI), Prof. M. Faiz Syuaib (Direktur Riset, Teknologi & Pengabdian Kepada Masyarakat – Kemendikbud RI).
Ketua Umum ICMI sekaligus Rektor IPB University Prof. Arif Satria dan Ketua Majelis Transformasi Percepatan Pembangunan Desa ICMI Dr. Sofyan Sjaf juga turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Dr. Sofyan menuturkan bahwa peresmian SPD dan pelaksanaan simposium desa adalah wujud komitmen ICMI dan IPB University yang sejalan dalam upaya pembangunan desa.
Desa memiliki peran sentral karena telah terbukti bahwa desa selalu bertahan dalam menghadapi krisis dan goncangan. Atas dasar tersebut, maka desa bernilai strategis dan penting untuk diperhatikan sekaligus didampingi. Perubahan besar Indonesia tidak mungkin terjadi tanpa perubahan berarti di desa-desa seluruh Indonesia.
"Transformasi Indonesia harus dibangun dari desa-desa. ICMI dan IPB University menyadari betul hal ini. Bagi ICMI, tak lama setelah dilantik DPP, segera dibentuk majelis percepatan pembangunan desa yang agenda awalnya adalah simposium," jelas Dr. Sofyan.
Prof. Arif Satria juga turut menyampaikan bahwa agenda percepatan pembangunan desa membutuhkan kontribusi kaum cendekia, lebih khusus pada soal inovasi-inovasi yang membantu langkah percepatan.
Menurutnya, faktor lain yang tidak kalah penting adalah aspek tata kelola desa yang baik. Dalam hal ini, aparat desa perlu memiliki kecakapan yang mumpuni untuk menggerakkan pembangunan ke arah yang diharapkan.
“Sekolah Pemerintahan Desa (SPD) ditujukan untuk membantu peningkatan kecakapan aparat desa. Selama lima bulan, para aparat desa dilatih sedemikian agar memiliki kecakapan yang diperlukan," lanjutnya.